Peluang Masih Terbuka Lebar, Pelaku UMK Yogya Diminta Segera Mendaftar Bansos Produktif

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pendaftaran bantuan produktif bagi pelaku usaha mikro kecil (UMK) senilai Rp 2,4 juta dari pemerintah pusat masih dibuka hingga 10 September 2020. Di Kota Yogyakarta peluang untuk mendaftarkan bantuan produktif UMK masih terbuka lebar. Mengingat jumlah pelaku UMK di Yogya yang mendaftar masih minim dibandingkan potensi total UMK dan usulan dari kabupaten lain di DIY.

Kepala Bidang Usaha Kecil Mikro Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Bebasari Sitarini mengutarakan, baru 6.900 pelaku UMK yang sudah mendaftar bantuan produktif UMK. Jumlah itu masih minim dibandingkan total potensi UMK di Kota Yogyakarta yang mencapai sekitar 26.000 pelaku.

“Bantuan produktif untuk usaha mikro kecil ini diberikan secara hibah tunai dengan kuota nasional sebanyak 12 juta pelaku UMK. Tidak ada batasan kuota yang diusulkan tiap daerah,” kata Sita dalam jumpa pers di Balaikota, Kamis (3/9).

Sita menyatakan dari 6.900 pelaku UMK yang mendaftar, per Rabu (2/9) setelah diverifikasi di tingkat kota dan provinsi yang lolos untuk diusulkan ke Kementerian Koperasi UKM sebanyak 3.232 pelaku UMK. Sebagian pelaku UMK yang tidak lolos verifikasi karena tidak memenuhi syarat, seperti tidak memiliki izin usaha mikro maupun tidak mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Jumlah pendaftar usulan bantuan produktif dari Kota Yogya itu diakuinya lebih sedikit dibandingkan pelaku UMK yang diusulkan kabupaten lain di DIY yakni Gunungkidul 56.219 pelaku, Bantul 21.091 pelaku, Kulonprogo 9.232 pelaku dan Sleman 5.568 pelaku. Jumlah usulan yang minim dari Kota Yogya disinyalir salah satunya karena sebagian pelaku UMK sedang mengakses kredit perbankan.

“Makanya kami mengajak kepada pelaku usaha mikro kecil di Kota Yogyakarta untuk segera mendaftarkan bantuan produktif ini. Pelaku usaha mikro kecil yang sudah mendaftar beragam ada kuliner, kerajinan, fesyen dan jasa,” paparnya.

Kriteria penerima bansos produktif bagi UMK adalah memiliki kegiatan usaha mikro dengan kekayaan bersih maksimal Rp 50 juta atau penjualan pertahun mencapai Rp 300 juta. Pelaku UMK memiliki KTP Yogyakarta, memiliki izin usaha mikro, tidak sedang mengakses kredit modal kerja dan investasi dari perbankan. Selain itu bukan aparatur ASN, TNI BUMN dan BUMD.

Pendaftaran dilakukan secara online melalui WA ke Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta di nomor 0896 2355 9300 saat jam kerja. Dia menyampaikan, pendaftaran bantuan produktif untuk UMK dibuka sampai 10 September 2020. Tapi jika kuota nasional telah mencukupi kuota nasional 12 juta UMK maka pendaftaran ditutup lebih awal.

“Di tingkat kota dan provinsi dilakukan verifikasi awal pembersihan data dan validasi data penerima. Kemudian data diusulkan dan diverifikasi lagi oleh Kementerian Koperasi UKM,” tambah Sita.

Dia menuturkan teknis penyaluran bantuan, penerima yang telah lolos dalam validasi akan ditransfer ke rekening penerima sebesar Rp 2,4 juta sekali transfer. Pelaku UMK yang lolos akan mendapatkan konfirmasi dari pihak perbankan. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran total Rp 22 triliun untuk bantuan produktif bagi pelaku UMK. (Tri)

 

Read previous post:
Dilantik Jadi Kapolresta Yogya, Kombes Purwadi Soroti Klitih

Close