Bank Jogja Sabet Top BUMD Award 2020

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Bank milik Pemkot Yogyakarta, Bank Jogja memberikan penundaan pembayaran cicilan kredit selama masa pandemi Covid-19. Langkah itu sesuai kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait relaksasi untuk stimulus perekonomian.

Direktur Utama Bank Jogja, Kosim Junaedi mengakui, selama pandemi Covid-19 ada pembayaran kredit yang tertunda. Terutama pada pembayaran kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM). Tapi pihaknya tidak merinci jumlah nasabah yang tertunda maupun mandeg dalam membayar kredit.

“Sesuai ketentuan OJK kami berikan relaksasi dan restrukturasi dengan penundaan pembayaran kredit. Penundaan selama enam bulan sampai Maret 2020,” kata Kosim di Balaikota, Selasa (1/9).

Meskipun ada penundaan pembayaran kredit, pihaknya mengklaim tidak mempengaruhi persentase kredit macet di Bank Jogja. Dia menyebut angka kredit macet Bank Jogja terjaga di angka 2,5 persen. Angka itu di bawah ambang batas 5,0 persen.

“Angka kredit macet masih terjaga. Saat ini sebagian nasabah mulai ada yang membayar bunga kredit. Kami juga melakukan perubahan target kinerja sesuai arahan OJK disesuaikan dengan kondisi kini. Misalnya kenaikan capaian kredit disesuaikan,” jelasnya.

Kinerja Bank Jogja juga diganjar penghargaan Top BUMD Award tahun 2020 yang melibatkan Institut Otonomi Daerah pada 27 Agustus lalu. Dia menuturkan tahun ini ada 3 jenis penghargaan yang diterima yakni untuk korporasi Bank Jogja sektor BPR bintang 4, CEO BUMD Bank Jogja dan Pembina BUMD Bank Jogja yaitu Walikota Yogyakarta.

“Kriteria penilaian atas prestasi, perbaikan dan kontribusi serta kinerja bisnis dan layanan yang dibandingkan dengan kinerja sebelumnya,” ujar Kosim.

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan penghargaan itu menunjukan pembinaan Pemkot Yogyakarta kepada Bank Jogja sudah benar. Termasuk kinerja direktur dan korporasi Bank Jogja sudah sejalan. Diharapkan penghargaan itu memicu semangat kerja dan mencapai prestasi dalam memberikan pelayanan ke masyarakat yang lebih baik.

“Jaga korporasi bisa berjalan sebagai agen pemerintah untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat melalui produk perbankan. Jangan sampai tinggi kredit macetnya. Terutama di masa pandemi Covid-19, konsolidasi nasabah dari masyarakat yang rentan terdampak mengedepankan kehati-hatian,” jelas Haryadi. (Tri)

Read previous post:
Pencari Rumput Tewas Jatuh dari Tebing 100 Meter

Close