KPU Kulonprogo Gelar Pemilihan OSIS Secara Virtual

WATES (HARIAN MERAPI) – KPU Kulonprogo akan menggelar Pemilihan OSIS (Pemilos) serentak se-kabupaten pada 21-26 September mendatang. Acara yang digelar secara virtual ini akan melibatkan 73 sekolah, terdiri SMA/SMK dan MAN/MTs se-Kulonprogo.

Ketua KPU Kulonprogo, Ibah Muthiah menyampaikan, persiapan Pemilos telah dilakukan pihaknya sejak tahun lalu. Acara ini bertujuan untuk melatih demokrasi serta meningkatkan partisipasi dalam Pemilu, terutama pemilih pemula. Dalam pelaksanaannya, KPU menggandeng Kementerian Agama Kulonprogo dan Balai Pendidikan Menengah Kulonprogo.

“Kami berupaya mendongkrak partisipasi pemilih pemula di Kulonprogo karena angkanya masih rendah, yaitu 13.924 dari 334.893 pemilih atau sekitar 4,18 persen,” katanya, Jumat (14/8).

Sebagai langkah awal, KPU Kulonprogo menggelar audiensi bersama bupati untuk menyampaikan rencana pelaksanaan Pemilos. Sebagai miniatur Pemilu, Pemilos diharapkan dapat memberi efek kejut yang meluas tentang peristiwa pemenuhan hak siswa untuk memilih ketua OSIS sebagai upaya pembelajaran demokrasi.

Jika sudah terlatih berdemokrasi sejak dini, lanjutnya, para generasi muda diyakini menjadi lebih siap menggunakan hak pilih dalam Pemilu. Pemilos akan digelar secara virtual, yakni menggunakan media sosial untuk kampanye dan googleform untuk pemilih.

“Akan ada 288 Panitia Pemilih Osis (PPO) yang dilibatkan,” ucap Ibah.

Kepala Kemenag Kulonprogo, Ahmad Fauzi mengaku siap berkoordinasi dengan tiga sekolah negeri dan empat sekolah swasta tingkat aliyah dalam pelaksanaan Pemilos. Pihaknya berupaya mendorong sekolah-sekolah untuk berperan dalam Pemilos agar ke depan para siswa bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu dengan baik.

Bupati Kulonpropgo Sutedjo, menyambut baik rencana kegiatan Pemilos karena merupakan bagian dari UUD 1945 yang meletakkan dasar prinsip Indonesia sebagai negara demokrasi. Proses edukasi dan kesadaran demokrasi generasi muda dirasa penting, salah satunya dengan melatih dan menerapkan proses pendidikan untuk menjalankan prinsip demokrasi sesuai pranata yang ada.

“Proses penanaman nilai demokrasi kepada generasi muda perlu dilakukan sejak dini, terutama di sektor pendidikan. Proses ini harus kita lakukan dalam segala lini,” ucapnya. (Unt)

Read previous post:
Akhir Pekan Malioboro Dikunjungi 1000 Orang, Personel Keamanan Ditambah

Close