Pendaftaran Online Uji KIR Lewat JSS Belum Optimal

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pendaftaran pengujian kendaraan bermotor atau uji KIR di Kota Yogyakarta secara online belum berjalan optimal. Setelah pendaftaran online diterapkan sebulan ini, masih banyak warga yang mendaftarkan diri dengan datang ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bemotor Kota Yogyakarta.

“Yang mendaftar secara online sehari masih di bawah 10. Masih banyak datang langsung untuk mendatfarkan uji kendaraan,” kata Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Yogyakarta, Bayu Setiawan Heru Purnomo, Jumat (7/8).

Sejak awal Juli pendaftaran uji KIR kendaraan di Kota Yogyakarta menerapkan layanan online lewat aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Layanan secara online itu untuk mengurangi kepadatan antrean warga pada loket pendaftaran di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor.

“Kami terus melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk mendaftarkan secara online. Jadi datang ke kantor layanan saat jadwal uji kendaraan saja,” ujarnya.

Ia menyebut dalam sehari pelayanan uji KIR dibatasi hanya untuk 70 kendaraan. UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Yogyakarta itu juga telah menuntaskan uji KIR sekitar 500 angkutan barang dan penumpang yang sempat tertunda karena layanan tutup selama dua bulan di awal wabah Covid-19.

“Karena jumlah kendaraan yang diuji dibatasi, makanya yang datang mendaftar langsung belum tentu bisa kami layani di hari itu juga. Kalau daftar secara online dulu bisa masuk kuota dan menentukan jadwal tanggal pengujiannya,” terang Bayu.

Dia menjelaskan pendaftaran uji KIR kendaraan lewat JSS pada menu KIR online. Warga lalu diminta mengisi formulir dalam apliasi itu sesuai menu jenis KIR yang dipilih. Pemohon akan mendapatkan barcode sebagai bukti pendaftaran secara online dan menentukan jadwal tanggal untuk pengujian.

“Kalau sudah daftar online, datang di hari pengujian, scan barcode pendaftaran, tunjukkan syarat lalu ke loket pembayaran dan langsung uji KIR. Kalau yang manual harus antre pendaftaran dulu,” paparnya.

Namun dia mengingatkan jika pada tanggal dijadwalkan untuk uji KIR, pemilik kendaraan atau pemohon tidak datang, maka pendaftaran akan hangus tak berlaku di hari berikutnya. Pemilik kendaraan harus melakukan pendaftaran online lagi. Ke depan nantinya juga akan dikembangkan pembayaran retribusi uji KIR secara online. Ditambahkan di Kota Yogyakarta ada sekitar 8.500 kendaraan wajib uji KIR yang aktif selama dua tahun. (Tri)

Read previous post:
Gerakan Sambanggo Cegah Pungutan Liar di Kulonprogo

Close