Pedagang Asongan Hingga Kuli Pasar Bakal Dibantu Modal Kerja Rp 2,4 Juta

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM mengalokasikan anggaran senilai Rp 28,8 triliun berupa hibah modal kerja bagi 12 juta pelaku usaha mikro dan ultra mikro khususnya yang tidak berbadan hukum seperti pedagang pasar, pedagang asongan, kuli pasar dan sejenisnya. Target pelaksanaan akan digelar 15 Agustus mendatang.

“Kami sedang dalam proses by name by adress. Kami berharap betul dukungan Pemda DIY terutama mendata pedagang asongan, kaki lima yang tidak terdaftar di (sistem) karena UMKM yang terdapat (aplikasi) itu sudah berbadan hukum,” ungkap Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki usai bertemu Gubernur DIY di Kepatihan, Kamis (6/8).

“Tapi kita tahu saudara-saudara kita seperti bakul pasar, kuli pasar, pedagang kaki lima, asongan, itu belum terdaftar. Nah ini minta dukungan mudah-mudahan bisa tercover,” imbuhnya.

Teten mengatakan agar realisasi disegerakan, sehingga dia meminta Pemda DIY untuk mendata penerima sesuai kategori yang telah ditetapkan. “Kami harapkan minggu ini bisa selesai semua anggaran dan regulasi pelaksanaan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X langsung memerintahkan dinas terkait agar segera mendata penerima hibah. “Harapan saya bisa mendata yang Rp 2,4 juta tadi yang seperti (untuk pedagang) asongan dan lain-lain bisa terdaftar ya. Karena itu kan hibah karena dilaunching 15 Agustus,” jelas Sultan.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Srie Nurkyatsiwi mengatakan sasaran pemberian bantuan pembiayaan atau modal oleh Kementerian Koperasi UKM ditujukan pada mikro dan ultra mikro akan disegerakan dengan melakukan cleansing data.

“Sasarannya mikro dan ultra mikro yang belum tersentuh bank,” ungkapnya.

Siwi menyebut setidaknya ada 39 ribu UMKM yang datanya akan di cleansing sesuai dengan kriteria yang diminta oleh kementerian. Skema pemberian hibah dengan sistem transfer melalui bank yang ditunjuk. Diharapkan perekonomian segera tumbuh dengan adanya stimulus dari pemerintah.

“Mereka dapat uang Rp 2,4 juta. Apakah langsung atau per bulan nanti tunggu juknisnya,” imbuh Siwi. (C-4)

Read previous post:
Mobil Dinas Bekas Walikota Yogya Kembali Tak Laku Lelang

Close