Mobil Dinas Bekas Walikota Yogya Kembali Tak Laku Lelang

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Mobil dinas bekas jabatan yang pernah digunakan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto kembali tidak laku saat lelang kendaraan dinas pada tahun anggaran 2020 meski nilai limit untuk kendaraan tersebut sudah diturunkan.

“Ini tahun kedua kami melakukan lelang untuk mobil dinas ini. Ternyata, tidak laku lagi,” kata Kepala Bidang Aset Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta Andhy Sasongko, Kamis (6/8).

Menurut dia, salah satu faktor yang menyebabkan kendaraan dinas jabatan tersebut tidak mendapat penawaran satu pun saat lelang adalah merek kendaraan yang tidak banyak digunakan oleh masyarakat umum sehingga masyarakat khawatir kesulitan saat mencari suku cadang jika kendaraan tersebut mengalami kerusakan.

Pada lelang tahun lalu, nilai limit untuk mobil dinas merek Ssang Yong Rexton RX280AT keluaran 2014 tersebut ditetapkan Rp 97,603 juta. Dan meskipun pada tahun ini diturunkan menjadi Rp 61,6 juta, namun tetap tidak ada peminatnya.

“Kami akan lelang kembali tahun berikutnya dengan nilai limit yang lebih rendah,” katanya.

Selain kendaraan dinas jabatan wali kota, kendaraan yang juga tidak laku dilelang tahun ini adalah sepeda motor Smash 2006. “Total, ada dua kendaraan dinas yang tidak laku dilelang tahun ini,” katanya.

Pada tahun anggaran 2020, Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan lelang untuk 39 kendaraan roda dua, tujuh unit kendaraan roda tiga, 35 unit kendaraan roda empat dan puluhan “skrap” atau kendaraan dan peralatan berat yang sudah tidak lagi bisa digunakan karena rusak berat.

Salah satu kendaraan yang diunggulkan dalam lelang, yaitu dua unit Isuzu Panther laku terjual hingga lebih dari tiga kali harga limit yaitu dari Rp 19,9 juta terjual dengan harga Rp 72,7 juta dan dari harga limit Rp 20,7 juta terjual Rp 73,6 juta. (*)

Read previous post:
ilustrasi
Rambut Dijambak Suami, Istri Lapor Polisi

Close