Potensi Wisata Air di Sungai Gajah Wong Digabung

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pemkot Yogyakarta akan menggandengkan potensi wisata air di bantaran Sungai Gajah Wong. Ada tiga titik potensi wisata yang akan digandengkan yakni Bendung Lepen dan Dermaga Cinta di Kampung Mrican Kelurahan Giwangan serta Taman Legawong di Gambiran Kelurahan Pandeyan.

Warga menyambut baik rencana penggabungan potensi wisata di bantaran Sungai Gajah Wong itu. Termasuk dukungan Pemkot Yogyakarta yang memberikan bantuan bibit pohon buah dan tanaman keras untuk penghijauan lewat program Kampung Panca Tertib di Mrican dan Malangan Giwangan.

Ketua Forum Kampung Panca Terib, Mrican, Temu Jaya, Rabu (5/8),
Menuturkan, bantuan bibit pohon dari Pemkot Yogyakarta, akan ditanam di lahan milik Pemkot Yogyakarta seluas sekitar 2.000 meter persegi di timur Bendung Lepen Mrican dan lahan 1.000 meter persegi di Kampung Malangan. Bibit pohon yang diperbantukan di antaranya pohon durian, mangga, jambu dan gayam.

“Dengan adanya penanaman pohon buah bisa menambah area wisata di Bendung Lepen,” ujarnya.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto menyampaikan, Kampung Mrican Giwangan sudah mendeklarasikan sebagai Kampung Panca Tertib sejak dua tahun lalu. Untuk mewujudkan predikat Kampung Panca Tertib maka ditekankan pada nilai ketertiban lima unsur yakni tertib daerah milik jalan, tertib bangunan, tertib lingkungan, tertib usaha dan tertib sosial. Bantuan bibit pohon untuk mendukung tertib lingkungan.

“Kami harap Bendung Lepen menjadi pembangkit mewujudkan predikat Kampung Panca Tertib di Mrican. Masyarakat beraktvitas di sini bisa tertib. Jadi wisata tertib,” imbuh Agus.

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan rencana integrasi Bendung Lepen, Dermaga Cinta dan Taman Legawong di bantaran Sungai Gajah Wong sudah diusulkan ke Gubernur DIY dan disetujui penganggarannya tahun lalu. Salah satu syaratnya mekanisme pengelolaan harus jelas dan masyarakat tidak saling berebut.

“Anggaran dari gubernur dulu disepakati sekitar Rp 3 miliar untuk integrasi di Sungai Gajah Wong. Rencana untuk menambah sarana flying fox, tempat parkir dan jalur pedestrian pinggir sungai. Tapi anggaran ditarik lagi karena Covid-19. Kami belum tahu apakah tahun ini lanjut tahun ini atau tahun depan,” terang Heroe. (Tri)

Read previous post:
10 Tahun Koleksi Emas Kuno Museum Sonobudoyo Raib, Kemungkinan Besar Sudah Dilebur

Close