Upacara Nampi Paraden Grebeg Besar Digelar Sederhana

MERAPI-TEGUH
Serah terima Paraden Grebeg Besar tahun 1441 Hijriyah di Pura Pakualaman Yogyakarta.

UPACARA Adat Nampi Paring Dalem Paraden Grebeg Besar tahun 1441 Hijrah dari Keraton Yogyakarta kepada Kadipaten Pakualaman, untuk tahun ini dilaksanakan secara sederhana. Paraden Paringan Dalem Sultan Hamengku Buwono X yang biasanya berupa dua gunungan, kali ini secara simbolik diberikan dalam bentuk ubarampe, diserahkan oleh utusan Dalem KRT Wijoyo Pamungkas dari Tepas Punakawan Keraton Yogyakarta kepada KRMT Projo Anggono Penghageng Kapanitran Kadipaten Pakualaman, di tratag Bangsal Sewatama Pura Pakualaman, Jumat (31/7).

Upacara yang dikemas secara sederhana dengan protokol pencegahan Covid 19 tetap berlangsung hikmat dan tidak mengurangi esensi upacara tradisi itu. Menurut Kanjeng Anggono, meski dalam keadaan pandemi saat ini upacara tradisi paringan Paraden Grebeg Besar tetap dilaksanakan sebagai mana adat yang sudah berjalan selama ini. Hanya saja begitu terang Kanjeng yang memiliki nama lengkap Agus Anggono ini, untuk pelaksanaannya harus mengacu pada protokol pencegahan covid 19.

“Kita tetap menerapkan protokol covid 19 sehingga dilaksanakan secara sederhana dan tidak melibatkan banyak orang, ini terbatas dan tidak ada acara rebutan gunungan sebagai mana biasanya,” ucap Kanjeng Anggono kepada Merapi seusai upacara.

Sementara itu menurut Budayawan Kadipaten Pakualaman KPH Kusumoparastho, meski rangkaian upacara nampi Paringan Dalem Paraden ini berlangsung sangat sederhana dan tidak lengkap, namun hal itu tidak mengurangi esensi dari upacara paring Paraden itu sendiri. Lebih lanjut menurut Ketua Kerabat Pakualaman Hudyana ini, inti dari paring Paraden itu adalah semangat berbagi serta silaturahim.

“Meski dalam pelaksanaan tidak lengkap, tidak ada acara membagikan Paraden dengan diperebutkan kepada masyarakat luas di alun alun Sewadanan. Namun esensi berbagi dan nilai silaturahim tetap tidak kehilangan makna,” tandas Kanjeng Kusumo.

Dijelaskan kanjeng Kusumo, upacara tradisi nampi Paraden setiap tahunnya diselenggarakan sesuai dengan hajad Dalem Sultan Hamengku Buwono yang bertahta, selain Paraden Grebeg Besar juga ada Paraden Idul Fitri dan Maulid Nabi. Secara simbolik tradisi ini merupakan bentuk berbagi kegembiraan serta yang lebih esensial adalah adanya jalinan tali silaturahim diantara sesama kerabat keturunan Sultan Hamengku Buwono I pewaris kejayaan Kerajaan Mataram Islam. Turut menyaksikan upacara nampi Paraden diantaranya rayi Dalem Gusti Pangeran Hario Harimurti, putra Dalem Suryo Bimantoro serta kerabat Dalem KPH Indrokusumo dan sentana lainnya. (Teguh)

Read previous post:
SALAT IDUL ADHA DI GUNUNGKIDUL: Sesuai Protokol, Jamaah Hanya Sedikit

WONOSARI (MERAPI) - Salat Id Hari Raya Idul Adha 1441 H di Kabupaten Gunungkidul tidak berlangsung seperti biasa dan ditengah

Close