Penyuluh KB Dapat Motor Dinas Baru

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Belasan penyuluh Keluarga Berencana (KB) di Kota Yogyakarta kini menggunakan armada baru untuk mendukung tugas di lapangan. Hal itu menyusul adanya peremajaan kendaraan dinas sepeda motor bagi para penyuluh KB. Diharapkan dengan armada itu dapat meningkatkan kinerja penyuluhan KB.

“Sepeda motor krusial untuk mendukung program KB di lapangan. Kendaraan sepeda motor yang dipakai para penyuluh KB selama ini adalah buatan tahun 2008,” kata Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto, saat penyerahan simbolis kendaraan dinas penyuluh KB di Balaikota, Selasa (28/7).

Menurutnya sepeda motor penyuluh KB buatan tahun 2008 yang dipakai selama ini sudah memenuhi usia untuk diremajakan. Oleh sebab itu dilakukan pengadaaan kendaraan dinas bagi penyuluh KB pada tahun 2020 sebanyak 16 sepeda motor. Pengadaan 16 sepeda motor dinas penyuluh KB itu menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dengan nilai total mencapai sekitar Rp 382 juta.

“Para penyuluh KB ini bertugas di kecamatan-kecamatan di Kota Yogyakarta. Kami harap dengan kendaraan dinas yang baru ini bisa meningkatkan kinerja penyuluh di lapangan,” paparnya.

Dia menyebut total ada 20 penyuluh KB yang terdiri 16 penyuluh senior dan tambahan penyuluh KB titipan Pemda DIY. Pengadaan kendaraan dinas baru 16 unit karena sesuai pengusulan di tahun lalu baru ada 16 penyuluh KB di Kota Yogyakarta. Sejak tahun 2017 ada alih kelola kepegawaian penyuluh KB dalam penggajian menjadi kewajiban pemerintah pusat. Tapi kota/kabupaten mendukung operasional KB.

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi berharap dengan dukungan kendaraan dinas itu dapat meningkatkan semangat kerja para penyuluh. Terutama dalam menyasar program KB di semua kalangan. Mengingat angka partisipasi KB masih rendah. Meski demikian angka kelahiran di Kota Yogyakarta juga rendah sebanyak 1,7 atau tiap keluarga rata-rata memiliki 1 atau 2 anak.

Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Yogyakarta mencatat sampai Mei 2020 jumlah peserta KB modern ada 24.422 dan jumlah KB tradisional 2.725. Sementara sampai Mei 2020 angka kehamilan di Kota Yogya ada 1.185 dengan 35.341 pasangan usia subur. Pada tahun 2019, terdapat 1.370 kehamilan dengan jumlah pasangan usia subur 38.951. (Tri)

Read previous post:
Perang Terselubung Dua Istri

RUMAH Yani pun kembali ramai, setelah kehadiran Darti. Rumah besar itu setidaknya tambah satu penghuni lagi. Meski dalam hati kecilnya

Close