Proyek Saluran Air Hujan Jalan Kemasan Segera Dikerjakan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Program kegiatan fisik Dana Keistimewaan (Danais) DIY dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 di Kota Yogyakarta yang sempat ditunda karena anggaran fokus untuk Covid-19, akhirnya bakal direalisasikan. Hal itu mendasarkan pada surat pemberitahuan penggunaan Danais dari Pemda DIY dan DAK dari pemerintah pusat.

“Rencana program kegiatan fisik dengan Danais dan DAK akhirnya berlanjut untuk dilaksanakan. Kami dasarnya dari surat pemberitahuan penggunaan Danais dan DAK bisa berlanjut lagi,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Hari Setyo Wacono, Jumat (24/7).

Untuk program kegiatan fisik Danais DIY di Kota Yogyakarta tahun 2020 ada 4 paket pekerjaan. Ada penataan simpang Tugu Yogyakarta dengan pagu anggaran Rp 9,5 miliar, pedestrian Jalan Sudirman segmen Gondolayu Tugu pagu Rp 13,9 miliar, pembangunan kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan pagu Rp 7,5 miliar dan pembangunan saluran air hujan (SAH) kawasan Kotagede pagu Rp 6,8 miliar.

“Untuk penataan kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan menyentuh pada pekerjaan utilitas di sisi selatan seperti saluran air hujan dan jika ada saluran air limbah. Lalu pekerjaan permukaan atas pada trotoar diganti lantai teraso. Tapi belum sampai menyelesaikan pekerjaan <I>street furniture<P>,” terangnya.

Sedangkan penataan simpang Tugu salah satunya menurunkan kabel listrik agar tidak melintang semrawut di atas sekitar Tugu Yogyakarta. Sedangkan pekerjaan pedestrian Sudirman melanjutkan dari Jembatan Gondolayu ke barat sampai Tugu Yogyakarta. Untuk pekerjaan SAH kawasan Kotagede di Jalan Kemasan karena sering ada genangan saat hujan.

“Pekerjaan SAH Kotagede di Jalan Kemasan itu juga menghubungkan dengan saluran air hujan yang dibangun tahun lalu di Jalan Mondorokan. Pekerjaan akan menutup jalan dan kami sudah melakukan sosialisasi dengan warga sekitar,” jelas Hari.

Sedangkan program fisik dengan DAK berupa pemeliharaan berkala Jalan Cik Di Tiro dengan pagu Rp 4,5 miliar, Jalan Lowanu Rp 2,9 miliar, Jalan Nitikan pagu Rp 2,7 miliar dan Jalan Ki Penjawi Rp 5 miliar. Semua pekerjaan fisik baik Danais DIY maupun DAK harus selesai dalam satu tahun anggaran 2020. Tapi diakuinya sisa waktu efektif untuk membangun cukup mepet yakni sekitar 4 bulan.

“Saat sedang dalam proses lelang dan harapannya pertengahan Agustus sudah ada pemenang sehingga September bisa dimulai pengerjaanya. Memang waktunya cukup mepet karena kami juga mendapat surat keputusan pemberitahuan untuk melanjutkan rencana program fisik itu juga belum lama ini,” ucapnya.

Pihaknya berharap tidak ada kejadian gagal lelang agar tahapan pengerjaan fisik tidak mundur lagi karena berkaitan dengan penataan kota. Oleh sebab itu pihak ketiga yang nantinya mengerjakan harus siap untuk menyelesaikan pekerjaan itu di akhir tahun anggaran. (Tri) 

Read previous post:
Simpang Timoho Dibuat Marka Jaga Jarak

Close