Penjualan Hewan Kurban di Kota Yogya Diperketat

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Penjualan hewan kurban di Kota Yogyakarta bakal diperketat untuk mencegah kerumunan orang. Ditargetkan jumlah titik penjualan hewan kurban tahun 2020 menjadi separoh dari tahun lalu. Kini formulasi aturan penjualan dan penyembelihan hewan kurban dalam tahap pematangan akhir.

“Kami akan minimalkan penjualan hewan kurban. Akan kami atur, maksimal jumlah penjualan hewan kurban separoh dari tahun lalu,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto, Kamis (9/7).

Untuk meminimalkan penjualan hewan kurban maka syarat- syaratnya diperketat. Syarat itu kini masih diformulasikan dalam surat edaran. Beberapa syarat itu di antaranya harus memiliki izin penjualan dari kecamatan, luas lokasi berjualan dengan rasio dan skala disesuaikan jumlah hewan kurban yang dijual. Dia menyebut pada tahun 2020 ada sekitar 58 titik penjualan hewan kurban di Kota Yogyakarta.

“Selama ini penjualan hewan kurban cukup banyak di Kecamatan Umbulharjo dan Kotagede. Diatur cek keluasan lokasi jualan agar bisa menjaga jarak. Kalau sudah ada yang jualan maka itu pengawasan di wilayah kecamatan,” terangnya.

Dia menjelaskan aturan teknis lainnya bagi hewan kurban dari luar DIY yang masuk ke Kota Yogya harus memiliki surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal. Termasuk sterilisasi dari tali hewan kurban. Hal teknis yang masih dicermati terkait syarat memandikan hewan kurban dan syarat rapid tes bagi orang dari luar DIY yang membawa hewan kurban.

Sedangkan untuk penyembelihan hewan kurban masyarakat disarankan untuk memanfaatkan layanan rumah pemotongan hewan kurban (RPH) Giwangan. Tapi masyarakat tetap diperbolehkan mengadakan penyelenggaran hewan kurban asalkan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.

“Boleh menyelenggarakan penyembelihan di luar RPH. Dengan catatan harus memberikan informasi pemberitahuan kepada Walikota, Dinas Pertanian dan Pangan dengan menyertakan layout desain tempat penyembelihan, menggunakan protokol Covid-19 dan menyediakan satgas pengawasan protokol Covid-19 di lapangan,” jelas Sugeng.

Menurutnya dengan melampirkan layout desain tempat penyembelihan akan dilihat rasio keluasan tempat penyembelihan, maka jumlah orang di lokasi dibatasi agar bisa menjaga jarak. Misalnya untuk menyembelih satu ekor sapi butuh sekitar 100 meter persegi, itu harus dipenuhi. Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta mencatat tahun 2019 ada 526 titik penyembelihan hewan kurban di Kota Yogyakarta.

Ditambahkan penjualan dan penyembelihan hewan kurban serta penyelenggaraan Idul Adha akan diatur dalam surat edaran walikota.

“Kami masih matangkan lagi draf aturannya besok bersama wawali untuk diselesaikan. Lalu kami kejar percepatan agar segera disosialisaiskan ke masyarakat,” imbuhnya. (Tri)

Read previous post:
ilustrasi
Jebol Plafon, Pencuri Gondhol Uang Rp 153 Juta

Close