SiBakul Jogja Bantu UMKM Bebaskan Ongkos Kirim

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Hidupkan UMKM di tengah pandemi Covid-19, Pemda DIY melalui Dinas Koperasi dan UKM memberikan stimulus dengan memberikan keringanan bebas ongkos kirim (free ongkir) melalui SiBakul Jogja. Dalam hal ini bekerjasama dengan ojek oline sebagai jasa kurirnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Srie Nurkyatsiwi mengatakan setidaknya 350 UMKM sudah tergabung dan akan terus bertambah. Adapun transaksi ongkir selama dua bulan terakhir mencapai Rp 93 jutaan.

“SiBakul Mei-Juni untuk ongkir sendiri kurang lebih Rp 93 juta. Tapi di luaran itu uang perputarannya enam kali lipat jadi hampir Rp 600 jutaan ya transaksi di situ,” ungkapnya, Jumat (3/7) di DPRD DIY.

Siwi, panggilan akrabnya, mengatakan saat ini sedang dilakukan evaluasi terhadap keberhasilan program guna menentukan apakah akan diperpanjang atau tidak pada bulan Juli ini.

“Kita evaluasi sebentar sambil nanti tunggu hasil evaluasi paling seminggu,” imbuhnya.

Sebelumnya, SiBakul Jogja merupakan sistem pendataan bagi UMKM pada 2019 dan terus dikembangkan menjadi markethub guna memasarkan produk UMKM secara daring.

Pemberian free ongkir selama pandemi Covid-19 oleh Pemda DIY dengan ketentuan jarak maksimal 30 kilometer dengan belanja minimal Rp 50 ribu. Selanjutnya bila program dilanjutkan, maka akan dilakukan inovasi berikutnya.

“Kalau bermanfaat kita lanjutkan dan kita perluas lagi tidak hanya di wilayah Yogya tapi daerah lain, pasar kita tidak hanya di lokal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Siwi menjelaskan roadmap hingga keluar daerah melalui dua konsep, apakah disubsidi semua atau hanya sekian persen saja. “Tapi apakah kita subsidi semua atau berapa persen yang akan disubsidi. Minimal kita punya tujuan meringankan beban masyarakat, jadi ongkirnya Pemerintah Daerah akan support,” jelasnya.

Selain itu, Siwi juga mengatakan di tengah pandemi Covid-19, banyak UMKM melakukan inovasi dengan menjual kebutuhan masyarakat yang primer misalnya yang berhubungan dengan kesehatan atau ketahanan pangan.

“Lebih banyak mereka beralih, fashion buat seperti ini (sambil menunjukkan tas berisi kebutuhan protokol kesehatan). Dari fashion ke makanan. Mereka melakukan inovasi,” ungkapnya. (C-4)

Read previous post:
Kendaraan Dilarang Menyalip di Jembatan Layang Lempuyangan

Close