Platform Belajar Online Diuji Coba di SMPN 4 Yogya

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta akan melakukan uji coba platform belajar secara online menggunakan salah satu aplikasi belajar. Platform aplikasi belajar online yang dipakai memiliki fitur cukup lengkap untuk kegiatan belajar mengajar dan kontrol dari orangtua.

“Akan kami uji coba dulu di SMPN 4 Yogyakarta. Platform belajar daring yang akan dipakai berbasis aplikasi android. Rencana nanti saat tahun ajaran baru dimulai platform yang terstandar bisa dipakai,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, Jumat (3/7).

Dedi menambahkan, aplikasi pembelajaran secara online yang akan diuji coba adalah Unison. Aplikasi itu bisa diunduh di playstore secara gratis. Aplikasi itu dinilai memiliki fitur yang cukup lengkap untuk kegiatan belajar mengajar. Guru bisa menyampaikan materi secara langsung lewat video konferensi, ada menu pemberian tugas, ada fitur respons dari siswa, absensi siswa hingga fitur bagi orangtua untuk memantau penugasan dan perkembangan siswa dalam pembelajaran online.

“Dari hasil evaluasi pembelajaran daring sebelumnya banyak orangtua yang menyampaikan siswa cenderung lebih banyak diberikan tugas-tugas saja, sehingga bosan. Makanya dengan menu belajar online yang bisa guru mengajar secara langsung lewat video, harapannya bisa mengatasi,” terangnya.

Dia menyatakan SMPN 4 Yogyakarta dipilih sebagai uji coba aplikasi belajar online karena siswa dan masyarakat sekitar wilayah itu sudah memiliki sarana pendukung. Terutama sarana jaringan wifi publik yang cukup memadai. Hal itu juga berdasarkan rekomendasi dari Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian yang menyampaikan saran wifi publik di Bausasran wilayah SMPN 4 Yogyakarta sudah cukup baik.

Menurutnya masyarakat bisa memanfaatkan internet publik yang sudah difasilitasi Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta di wilayah. Layanan itu bisa diakses gratis, sehingga belajar secara online tidak membebani masyarakat karena harus membeli pulsa.

Secara terpisah Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta Tri Hastono mengatakan Unison bukan aplikasi karya instasinya. Tapi dari lembaga swasata yang mendedikasikan aplikasi itu untuk kegiatan belajar mengajar masyarakat. Terkait sarana internet dia mengutarakan di Kota Yogyakarta cukup memadai. Hanya diakuinya bagi siswa yang tidak memiliki telepon seluler menjadi kendala, tapi akan diupayakan diatasi.

“Layanan internet wifi publik di wilayah bisa dimanfaatkan siswa untuk belajar daring. Saat ini ada sekitar 160 titik layanan wifi gratis seperti di Balai RW dan Balai RK, masjid, pos ronda atau kamling maupun di ruang terbuka hijau publik. Warga di wilayah yang menjadi kontrol pemanfaatannya,” tutur Tri Hastono. (Tri) 

Read previous post:
Ubur-ubur Terdampar di Daratan, Pengunjung Pantai Diminta Waspada

Close