11 Ribu KK Batal Mendapat Bansos Pemda DIY Tahap Pertama

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Sebanyak 11 ribu Kepala Keluarga (KK) terdaftar tidak tersalur bantuan sosial (bansos) Pemda DIY tahap pertama. Sekda DIY Baskara Aji mengatakan dana bansos batal diberikan karena berbagai alasan.

“Sudah dapat dari skema lain, ada yang sekarang sudah punya pekerjaan sehingga menolak dana bantuan tersebut dan diberikan kepada yang lebih berhak. Ada juga karena warga penerima sedang sakit, tidak datang saat diundang atau karena sedang keluar kota. Sehingga bagi warga karena hal sakit atau keluar kota akan diundang lagi untuk penyaluran bantuan berikutnya,” jelas Aji usai rakor evaluasi penyaluran bansos, Jumat (3/7) di Kompleks Kepatihan.

Aji menegaskan, pihaknya akan melakukan verifikasi ulang bekerjasama dengan kabupaten kota di DIY. “Data penerima baik itu dari desa, kabupaten kota akan dikirim ke provinsi untuk dicocokkan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari pusat. Sehingga nanti akan ditemukan siapa yang belum mendapatkan dana bansos,” ungkapnya.

Ditemui terpisah, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengatakan hal yang sama. Data penerima bansos harus diverifikasi dan dibersihkan ulang, agar anggaran yang sudah disiapkan benar-benar terserap dengan maksimal.

“Kita minta untuk seluruh data bansos ini yang sumber dari manapun baik pusat, provinsi, dana desa, datanya kita kumpulkan jadi satu di Kominfo sehingga ketahuan siapa yang sudah nerima dan belum. Sehingga masalah dobel data ini bisa teratasi,” jelasnya.

Huda menyebut secara prinsip yang membutuhkan berhak mendapatkan bantuan dan tidak perlu menunggu lama sehingga dapat berfokus pada hal lain. “Poinnya tidak boleh lama-lama. Poinnya Jogja segera bangkit perekonomiannya,” imbuh Huda.

Huda juga menggarisbawahi terkait roda perekonomian DIY yang harus segera mengeliat. Perlu dicari titik strategis sehingga perekonomian bisa berjalan lagi. (C-4)

Read previous post:
Ubur-ubur Terdampar di Daratan, Pengunjung Pantai Diminta Waspada

Close