Protokol Kesehatan di Pasar Terkendala Jaga Jarak Penjual dan Pembeli

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Selama bulan Juli ini pengetatan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19 di pasar-pasar tradisioinal bakal dioptimalkan. Termasuk melakukan penataan alur pengunjung dan pedagang untuk mendukung protokol Covid-19. Tapi protokol menjaga jarak fisik di pasar tradisional masih menjadi kendala.

“Selama bulan Juli perpanjanngan tanggap darurat kami akan optimalkan untuk pengetatan protokol Covid-19 dan menata pasar agar ada perubahan. Dituntut memenuhi protokol Covid019 untuk menuju normal baru,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono, Senin (29/6).

Menurutnya protokol Covid-19 yang bisa diterapkan di semua pasar tradisional adalah wajib masker dan menyediakan tempat cuci tangan. Tapi untuk penerapan jarak fisik diakuinya paling sulit. Terutama pada pasar-pasar kebutuhan pokok yang padat pedagang dan pembeli seperti Pasar Giwangan, Pasar Sentul, Pasar Demangan, Pasar Kotagede.

“Pada pasar kebutuhan pokok kendalanya karena masyarakat seolah-olah sudah merasa normal dan nyaman. Ini memang pekerjaan berat kami karena berhubungan dengan manusia dan tuntutan ekonomi. Terlalu represif juga tidak baik, tapi ada risiko juga jika abai. Jadi kami harus pelan-pelan dengan berbagai cara,” terangnya.

Untuk mengatur jarak fisik Disperindag Kota Yogyakarta mulai menata alur masuk dan keluar orang di pasar agar tidak berpapasan. Tapi penataan alur masuk keluar itu baru diterapkan di Pasar Beringharjo dan Pasar Kranggan. Pihaknya juga mengaku, keterbatasan personel di tiap pasar tradisional juga menjadi menjadi kendala dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan di pasar. (Tri)

 

Read previous post:
Pemkab Kulonprogo Keluarkan Maklumat, Dilarang Salat Idul Adha di Lapangan

Close