Pemkab Kulonprogo Keluarkan Maklumat, Dilarang Salat Idul Adha di Lapangan

WATES (HARIAN MERAPI) – Pemkab Kulonprogo mengeluarkan maklumat terkait pelaksanaan perayaan Idul Adha 1441 Hijriyah. Dalam maklumat diatur sejumlah poin, di antaranya imbauan agar masyarakat tidak menggelar takbir keliling, serta peniadaan salat Id di alun-alun dan lapangan terbuka.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo menegaskan, takbir boleh dilaksanakan di tempat ibadah masing-masing warga dengan memperhatikan protokol kesehatan. Kemudian terkait pelaksanaan salat Idul Adha, masyarakat diperkenankan menggelar secara berjemaah namun tidak di tempat lapang.

“Dilakukan di tempat ibadah dan hanya diikuti warga setempat. Pelaksanaan salat Id berjamaah ini juga tetap harus memperhatikan protokol kesehatan,” kata Sutedjo usai menandatangani maklumat Idul Adha bersama Kepala Kantor Kemenang, Ketua PCNU dan PD Muhammadiyah Kulonprogo, di Aula Adikarta Gedung Kaca, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Selasa (30/6).

Setelah ditandatangani, maklumat Idul Adha ini akan disebarluaskan ke masyarakat. Kepala Kantor Kemenag Kulonprogo, Ahmad Fauzi mengatakan, pihaknya segera menyampaikan maklumat bersama tersebut kepada seluruh pengelola tempat ibadah baik masjid, musala maupun langgar.

“Mereka akan kami minta membuat surat pernyataan yang menyebut bila pelaksanaan salat Id berjemaah tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Ahmad Fauzi menambahkan, salat Id berjemaah hanya boleh dilaksanakan di tempat-tempat yang disebut dalam maklumat bersama. Lapangan atau alun-alun tidak termasuk, demi mengantisipasi membludaknya jamaah.

“Kalau di ruang tertutup, petugas bisa memantau dan memastikan apakah yang ikut salat warga sekitar atau bukan,” terangnya. (Unt)

 

Read previous post:
Pencuri Pakai Seragam Telkom untuk Kelabui Warga

Close