15 Kube Penerima Dana Hibah Diseleksi

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pemerintah Kota Yogyakarta akan menggelontorkan bantuan dana hibah bagi kelompok usaha bersama (Kube) setempat. Namun bantuan dana hibah itu hanya dialokasikan untuk 15 Kube, sehingga kelompok penerima akan diseleksi.

“Akan ada bantuan dana hibah untuk Kube. Tapi hanya akan ada 15 Kube terpilih yang berhak mendapatkan hibah, berdasarkan seleksi,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Yogyakarta, Agus Sudrajat, Jumat (19/6).

Dinsos mencatat ada 718 Kube di Kota Yogyakarta. Tapi hanya 438 Kube yang akif dan sisanya sudah tidak aktif lagi. Oleh sebab itu 438 Kube yang aktif akan diseleksi menjadi 15 Kube terpilih yang berhak mendapat bantuan dana hibah.

“Akan diseleksi dari Kube yang ada dan aktif. Kami masih matangkan dengan tim pendamping untuk tata cara menyeleksi Kube yang akan mendapat bantuan dana hibah,” tuturnya.

Dia menyebut nilai bantuan dana hibah untuk Kube sekitar Rp 15 juta/kelompok. Bantuan dana hibah Kube tersebut berasal dari dana APBD tahun 2020. Melalui bantuan dana hibah itu diharapkan juga bisa membangkitkan ekonomi warga miskin melalui Kube. Mengingat anggota Kube adalah penerima program Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KJSPS) atau Kartu Menuju Sejahtera (KMS).

Menurutnya kriteria Kube yang terpilih harus betul-betul bisa mengelola dana dan bisa mengembangkan usaha dalam masa wabah Covid-19. Misalnya jika produk usaha dipasarkan secara online harus ada dukungan teknologi informasinya seperti apa.

“Dalam pemilihan produk usaha Kube juga harus berdasarkan survei pasar, apa yang dibutuhkan, sehingga bisa berkembang usahanya. Karena penyaluran hibah Kube ini harapannya juga bisa membangkitkan ekonomoi warga selam masa pandemi Covid-19,” terang Agus.

Secara terpisah anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Ali Fahmi mengatakan pembentukan Kube bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan. Kube juga didampingi sebanyak 15 fasilitator, sehingga diharapkan dapat membina dan melatih terhadap anggota Kube. Terutama strategi pemasaran secara online untuk produk-produk yang dihasilkan.

“Yang tidak kalah penting Kube dituntut untuk semakin memperhatikan standar mutu produk agar dapat bersaing di pasaran. Kami juga mengharapkan Pemkot Yogya dapat mempelopori membeli produk-produk Kube melalui program Gandeng Gendong yang sempat terhenti di masa pandemi corona ini,” tandas Fahmi. (Tri)

Read previous post:
Kawasan Malioboro Dibagi 5 Zona

Close