Talut Jlagran Segera Diperbaiki Juli Mendatang

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Talut Sungai Winongo yang longsor di bawah Jembatan Jalan Pembela Tanah Air, Jlagran, Kota Yogyakarta bakal diperbaiki bulan Juli 2020. Perbaikan talut yang longsor sejak Maret 2020 itu menggunakan dana insidentil karena semua alokasi anggaran fisik dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Saat ini tahap perencanaan perbaikan sudah selesai. Kami akan laksanakan perbaikan mulai pertengahan atau akhir Juli dengan dana insidentil,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Hari Setyowacono, Kamis (18/6).

Dia menyebut untuk memperbaiki kerusakan infastruktur di Jlaggran itu memerlukan anggaran sekitar Rp 600 juta. Itu karena kerusakan tidak hanya terjadi pada talut Sungai Winongo. Namun juga talut permukiman dan pondasi jembatan juga tergerus. Oleh sebab itu 3 bidang yang akan menangani yakni sumber daya air, permukiman dan binamarga.

“Karena outfall (air limpasan saluran akhir drainase) ke sungai menggerus ke kanan dan kiri, Kiri menggerus talut permukiman dan kanan menggerus pondasi jembatan. Maka ada pembenahan outfall,” jelasnya.

Dia menyatakan, ketiga bidang memiliki kewanangan sendiri terkait dana insidentil untuk perbaikan maupun pemeliharaan. Mengingat alokasi anggaran fisik tahun 2020 semuanya dialihkan untuk penanganan Covid-19. Tapi tetap dianggarkan dana insidentil total sekitar Rp 3 miliar untuk semua bidang di Dinas PUPK Kota Yogyakarta. Dana insidentil digunakan untuk pemeliharaan atau perbaikan skaa ringan jika terjadi kerusakan infrastruktur.

“Perbaikan akan dilakukan pihak ketiga dengan penunjukan langsung. Harapannya pekerjaan perbaikan dilakukan bersamaan oleh tiga bidang karena satu titik,” ujar Hari.

Selain itu, pekerjana perbaikan yang menggunakan dana insidentil adalah perbaikan talut longsor Sungai Gajah Wong di Kelurahan Muja Muju dan talut Sungai Winongo di Kecamatan Wirobrajan, serta pemeliharaan Jalan Kerto. Seluruh perbaikan fisik yang akan dikerjakan dalam waktu dekat itu harus menerapakn protokol kesehatan untuk mencegah persebaran Covid-19. Mengingat belum lama ini ada kasus positif Covid-19 dari pekerja konstruksi proyek fisik pemerintah pusat di Kota Yogyakarta.

“Penyedia jasa yang mengerjakan proyek wajib melaksankan protokol kesehatan misalnya pakai masker dan sediakan tempat cuci tangan. Pekerja proyek yang terlibat juga harus memilik surat keterangan sehat,” tandasnya. (Tri)

Read previous post:
PENGEDAR INCAR REMAJA-4.000 Butir Pil Koplo Disimpan di Dalam Toples

Close