Proyek Fisik 2020 Ditunda, Pemenang Lelang Dibatalkan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Semua proyek fisik baru di Kota Yoyakarta yang rencananya dibangun di tahun 2020 akhirnya ditunda. Beberapa paket pekerjaan fisik yang sudah dilelangkan juga dibatalkan. Pasalnya semua anggaran pembangunan fisik difokuskan untuk menangani Covid-19.

“Semua kegiatan fisik di tahun 2020 ditunda karena realokasi dan refokusing anggaran untuk Covid-19. Pekerjaan fisik yang masih ada sifatnya pemeliharaan dan insidentil untuk perbaikan jika ada kerusakan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Hari Setyo Wacono, Jumat (29/5).

Hari menyatakan, ada 6 paket pekerjaan fisik sudah dilelangkan dan ada pemenangnya, tapi akhirnya dibatalkan. Sebagian besar pekerjaan fisik itu berupa pembangunan saluran air hujan yang sudah masuk lelang lebih awal.

“Kami sudah undang dan komunikasikan dengan pihak pemenang lelang. Karena kondisi wabah Covid-19 maka anggaran dialihkan dan penyedia jasa bisa memahami. Jadi kami batalkan semua yang sudah dilelangkan,” terangnya.

Selain itu kegiatan fisik di Kota Yogyakarta yang menggunakan dana keistimewaan (Danais) DIY tahun 2020 juga ditunda. Hal itu mendasarkan pada surat edaran dari Pemda DIY terkait penyesuaian kembali kegiatan dengan Danais. Ada tiga kegiatan fisik dengan danais yang rencana dikerjakan tahun ini tapi dibatalkan yakni pekerjaan penataan pedestrian Jalan Sudirman dan KH Dahlan serta peningkatan saluran air hujan di Jalan Kemasan Kotagede.

”Dasarnya dari surat edaran Sekda DIY dan rapat-rapat koordinasi. Karena kondisi seperti ini maka kegiatan fisik yang bersumber dari danais juga ditunda. Harapan kami bisa diusulkan lagi di tahun 2021,” tambah Hari.

Total alokasi belanja langsung di Dinas PUPKP tahun 2020 yang mencapai Rp 242 miliar. Alokasi total itu termasuk Danais yang dikelola PUPKP Kota Yogyakarta dan Rp 18,1 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) pemerintah pusat yang juga telah dibatalkan. Dia menyebut untuk dana insidentil jika ada kerusakan kini tersisa sekitar Rp 3 miliar untuk semua bidang di Dinas PUPKP Kota Yogyakarta.

“Pekerjaan fisik pemeliharaan dan insidentil kalau terjadi kerusakan. Misalnya ada kerusakan talut kami bisa laksankan perbaikan skala ringan. Sebagian dana insidentil sudah digunakan untuk perbaikan talut longsor di Jlagran yang akan dikerjakan,” jelasnya.

Meski demikan beberapa pekerjaan fisik tetap berlanjut di tahun ini karena menggunakan anggaran multiyears seperti pembangunan gedung Kantor Dinas Lingkungan Hidup. Termasuk pembangunan SD Bangunrejo yang dilelang akhir 2019.

Secara terpisah Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Yogyakarta Kadri Renggono mengatakan semua proyek fisik dengan APBD murni ditunda di tahun 2020. Jika ada kegiatan fisik baru, lanjutnya, dimungkinkan melalui APBD Perubahaan tapi harus selesai dalam jangka waktu sisa yang ada misal tiga bulan. (Tri)

Read previous post:
MERAPI-TRI DARMIYATI Warga saat mendaftar PPDB KKO DI SMPN 13 Yogya yang menerapkan protokol corona dan jarak.
Orangtua Calon Siswa Kecele Jadwal PPDB Kelas Khusus Olahraga di SMPN 13 Yogya

Close