Seniman dan Budayawan Terdampak Corona Bakal Dibantu Program Apresiasi

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Para seniman dan budayawan yang terdampak wabah Covid-19 di Kota Yogyakarta didata. Hasil pendataan untuk usulan progam apresiasi pelaku budaya dari pemerintah pusat dan bantuan dari Pemda DIY.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Kadri Renggono mengatakan, dari hasil pendataan ada sekitar 283 orang seniman dan budayawan yang terdampak wabah Covid-19. Pendataan langsung ke seniman dan budayawan yang aktivitas budayanya terdampak Covid-19.

“Kami diminta mendata sehingga kami fasilitasi. Seniman dan budawayan yang didata cukup beragam. Hasil pendataan itu kami sampaikan ke Dirjen Kebudayaan,” kata Kadri, Kamis (28/5).

Ia menyampaikan, Dirjen Kebudayaan memiliki program apresiasi pelaku budaya dan pemberian pelayanan pelaku budaya. Program tersebut adalah usaha pembinaan pelaku budaya yang tidak bisa beraktivitas budaya karena terdampak wabah Covid-19. Oleh sebab itu hasil pendataan seniman dan budayawan terdampak pandemi diusulkan program itu.

“Programnya pembinaan dan publikasi karya secara virtual. Karya akan diseleksi dan diapresiasi. Termasuk kriteria seniman dan budayawan yang berhak program itu. Seniman yang sudah terkenal dan secara ekonomi mampu tentu tidak bisa masuk,” terangnya.

Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta juga mengusulkan data seniman dan budawayan terdampak Covid-19 itu ke Dinas Kebudayaan DIY. Dia menuturkan data seniman dan budayawan sebanyak 283 orang disisir kembali dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS). Hasilnya sebanyak 59 orang seniman dan budawayan di antaranya sudah mendapat bantuan dari pemerintah pusat atau daerah.

Selain itu sekitar 134 orang seniman yang sering pentas di Kota Yogyakarta juga dikirimkan ke Dinas Kebudayaan DIY. Setelah disisir dengan DTKS dan KSJPS sekitar 22 orang di antaranya telah mendapat bantuan dari pemerintah pusat atau daerah.

“Dari Dinas Kebudayan DIY juga minta pendataan. Data kami periksa lagi agar tidak dobel bantuan. Ternyata sebagian sudah menerima bantuan. Saat ini data itu masih diverifikasi di DIY,” papar Kadri. (Tri) 

Read previous post:
Protokol Normal Baru di Yogya Memuat Sanksi Tegas

Close