Sultan: Penerima Bansos Tidak Bisa Diwakilkan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Bantuan sosial (bansos) tunai dari Pemda DIY didistribusikan secara bertahap mulai Senin (18/5) kepada 169.383 KK terdampak Covid-19. Penerima bansos tersebut tidak dapat diwakilkan karena disesuaikan dengan nama dan alamat penerima manfaat sesuai data kelurahan.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan bantuan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DIY senilai Rp 202,3 miliar. Bantuan akan diberikan selama tiga bulan senilai masing-masing Rp 400 ribu per kepala keluarga (KK) yang dimulai di Kabupaten Gunungkidul.

“Penyerahan bantuan sosial yang mungkin kita tahu (sebelumnya) pemerintah pusat berikan bantuan Rp 200 ribu itu. Kita tambah dari APBD 400 ribu jadi mereka nerimanya Rp 600 ribu untuk tiga bulan mulai April, Mei dan Juni,” jelas Sultan usai berkoordinasi dengan Bank BPD DIY sebagai penyalur bansos di Gedong Wilis, Kompleks Kepatihan, Jumat (15/5).

Penyerahan bantuan dilakukan dengan metode by name by address dan tidak dapat diwakilkan. Data penerima bansos sudah diverifikasi per kelurahan. “Saya punya harapan karena pembagian per kelurahan jadi nanti di tiap kelurahan sama pak lurah ditempelkan daftar penerima,” imbuhnya.

Guna membangun akuntabilitas, Sultan berharap daftar yang ditempel pada tiap kelurahan dapat menjadi acuan dan kontrol para petugas serta warga yang kemudikan dilibatkan secara aktif membangun kesadaran apakah pantas menerima bansos atau tidak.

“Jadi mereka yang merasa belum mendapatkan, yang mestinya merasa kondisi ekonomi membutuhkan bantuan silakan sampaikan ke pak lurah. Tapi kalau itu dianggap dobel dan gak berkah (karena mampu) ya duit itu balikin kita juga bikin dana tampungan di BPD,” jelas Sultan.

Setiap warga yang mengambil bansos tanpa diwakilkan dan harus bersedia menandatangani surat yang telah disediakan, menyatakan yang bersangkutan hanya menerima satu program bantuan dan tidak dobel. “Jadi tidak bisa diwakilkan, kita nggak mau ada surat kuasa,” tegas Sultan.

Selain itu, Sultan juga mengatakan akan memberikan bantuan kepada buruh gendhong, tukang becak, kusir andong dan warga lainnya termasuk mahasiswa. “(Bantuan) mahasiswa yang mungkin belum sempat pulang (ke daerah) dan kekurangan bahan makanan,” ujar Sultan. (C-4)

Read previous post:
Pemkot Yogya Gelar Rapid Test Acak Usai Lebaran

UMBULHARJO (MERAPI)- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan mengadakan Rapid Diagnostic Test (RDT) tes cepat Covid-19, secara acak di tempat-tempat publik

Close