Konsumsi Menurun Selama Pandemi, RPH Giwangan Hanya Potong 2 Sapi

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Jumlah sapi yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan Kota Yogyakarta menurun selama beberapa bulan ini. Penurunan penyembelihan sapi itu karena konsumsi daging sapi di masyarakat berkurang selama masa wabah Covid-19.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto menjelaskan, selama wabah Covid-19, RPH Giwangan hanya mensuplai 0,5 ton kebutuhan daging untuk konsumsi masyarakat. Jumlah daging itu setidaknya berasal dari 2 ekor sapi. Sedangkan pada hari biasa sebelum wabah Covid-19, RPH Giwangan menyembelih 6 sampai 8 ekor sapi.

“Biasanya dari RPH Giwangan mendukung sekitar dua ton daging sapi. Sekarang hanya setengah ton atau hanya dua ekor. Turun dratis sejak Maret,” kata Sugeng, Kamis (14/5).

Menurutnya penurunan sapi yang dipotong di RPH Giwangan itu karena pengaruh wabah Covid-19 dan hukum pasar konsumsi daging sapi yang turun. Saat wabah Covid-19 masyarakat lebih banyak berada di rumah. Selain itu masyarakat juga menjaga kondisi ekonomi selama wabah Covid-19 dengan mengurangi konsumsi daging sapi.

“Konsumsi daging sapi terus tentu juga boros dari keuangan. Makanya penurunan sapi yang disembelih ini juga karena hukum pasar berlaku,” tambahnya.

Namun ini diperkirakan penyembelihan sapi di RPH Giwangan akan kembali normal menjelang Lebaran karena konsumsi daging cenderung meningkat. Apalagi sebagian masyarakat sudah menerima bantuan sosial tunai sehingga daya beli bisa naik. Dia memperkirakan pada Lebaran H-4 sampai H-3 penyembelihan sapi di RPH Giwangan bisa kembali normal seperti sebelum Covid-19 yakni berkisar 6 sampai 8 ekor perhari.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan daging menjelang Lebaran akan naik karena konsumsi dari masyarakat meningkat. Sekarang sudah mulai naik menjadi tiga ekor sapi yang disembelih dalam satu hari,” papar Sugeng.

Dia menuturkan selama ini kebutuhan daging sapi di Kota Yogyakarta sekitar 6 ton. Tapi yang dipenuhi dari RPH Giwangan hanya sekitar 2 ton. Sedangkan sisa kebutuhan daging sapi dipenuhi dari Bantul dan Boyolali.

Pihaknya memastikan daging sapi yang disembelih di RPH Giwangan aman karena menggunakan prinsip Asuh yaitu aman, sehat utuh dan halal. Sebelum disembelih sapi yang datang juga harus diistirahatkan minimal 5 sampai 12 jam dulu dan melalui pemeriksaan kesehatan hewan. Jika memenuhi syarat akan dilakukan penyembelihan. Sapi yang telah disembelih juga diperiksa kembali kualitas daging dan organ dalamnya. (Tri)

Read previous post:
Dibacok Pria Misterius, Ibu Koma Anak Tewas

TEMANGGUNG (MERAPI) - Pembunuhan sadis terjadi di Temanggung. Pelaku membacok seorang ibu muda, Ernawati (28) dan anaknya Avi (6) warga

Close