Waspadai Peredaran Telur Ayam Infertil, Harga Murah Tapi Cepat Busuk

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Masyarakat diimbau mewaspadai peredaran telur ayam ras infertil yang dijual di pasaran. Pasalnya telur tersebut akan cepat membusuk jika disimpan berhari-hari. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta kini terus memantau peredaran telur ayam infertil itu di pasaran.

“Kami imbau masyarakat untuk teliti ketika membeli telur ayam. Karena ada telur infertil dari ayam rasa pedaging sebenarnya tidak unjuk dijual tapi dijual di pasaran,” kata Kepala Disperindag Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono, Selasa (12/5).

Dia menuturkan penjualan telur ayam infertil di pasaran itu terjadi di beberapa daerah. Telur ayam infertil memiliki harga yang murah dari harga telur ayam broiler di pasaran. Dia menyebut harga telur ayam infertil bisa hanya sekitar Rp 7.000/kg. Berbeda jauh dengan harga telur ayam broiler yang kini sekitar Rp 18.000/kg. Meskipun murah, tapi pembeli akan dirugikan karena telur ayam infertil cepat busuk jika disimpan berhari-hari atau tidak segera digunakan.

“Secara fisik hampir sama telur ayam infertil dengan telur ayam broiler. Tapi telur infertil cepat busuk. Kalau langsung dimasak tidak apa-apa. Kalau telur infertil disimpan, cepat membusuk,” paparnya.

Menurutnya beredarnya telur ayam infertil yang dijual di pasaran itu karena pengaruh harga ayam pedaging yang rendah. Kondisi itu membuat para produsen ayam pedaging lebih memilih menjual telur ayam infertil ketimbang ditetaskan untuk dijual ayam pedaging karena harganya murah.

“Kami sudah melakukan pemantauan penjualan telur ayam infertil di pasar-pasar di Kota Yogya. Sampai kini kami belum menemukan di pasaran di Yogya. Tapi kami minta lurah-lurah pasar untuk terus memantau penjualan telur,” ucap Yunianto.

Pihaknya memastikan stok kebutuhan bahan pokok di Kota Yogyakarta masih mencukupi. Harga bahan-bahan kebutuhan pokok cenderung stabil, kecuali gula pasir yang masih di atas harga eceran tertinggi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Bimbingan Usaha Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disperindag Kota Yogyakarta Benedict Cahyo Nugroho mengakuia selama wabah Covid-19, pengawasan ketersediaan dan harga tidak seintensif seperti saat kondisi normal. Tapi pihaknya memastikan tetap melakukan pengawasan.

“Kami tetap melakukan pengawasan, terutama saat menjelang Idul Fitri terkait keamanan pangan seperti kedaluwarsa dan kemasan. Prinsip kami berusaha tetap menjamin keamanan konsumen meskipun di lapangan ada potensi wabah Covid-19,” tandas Beny. (Tri)

Read previous post:
Rapid Test Massal Hari Pertama, 22 Pengunjung Indogrosir Reaktif

SLEMAN (MERAPI)- Ratusan pengunjung swalayan Indogrosir menjalani rapid diagnostic test (RDT) corona di Sleman dan Kota Yogya, Selasa (12/5) pagi.

Close