Seniman dan Budayawan Yogya Dibantu Rp 600 Ribu Perbulan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Dana Keistimewaan (Danais) DIY yang dimiliki Pemda DIY dapat dialokasikan untuk penanganan Covid-19 dan pemberdayaan masyarakat di Yogyakarta. Penerima bantuan di antaranya diberikan untuk seniman dan budayawan yang jumlahnya sekitar 3.708 orang.

“Dana ini nantinya akan dialokasikan kepada para seniman dan budayawan di DIY yang terdampak Covid-19. Sejauh ini menurut data, jumlahnya ada sekitar 3.708 orang,” tandas Pimpinan Paniradya Kaistimewan, Benny Suharsono, Senin (11/5) usai berkoodinasi dengan Forum Keistimewaan Yogyakarta.

Adapun besaran yang diterima rencananya Rp 600 ribu perbulan per orang terhitung mulai bulan Maret hingga Mei 2020. Guna pengusulan anggaran bantuan tersebut, saat ini Paniradya wajib menyelesaikan loporan pertanggungjawaban termin pertama agar dapat pengajuan termin kedua yang kemudian dapat dialokasikan untuk bantuan sosial seniman dan budayawan.

“Sebelum termin kedua bisa dicairkan, tentunya kami harus mengirimkan laporan administrasi termin pertama terlebih dahulu,” imbuhnya.

Saat ini pihaknya telah melakukan penghitungan mengenai proyeksi anggaran yang dibutuhkan untuk dapat memfasilitasi yang belum menerima bantuan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA) DIY untuk menentukan alokasi anggaran yang tersedia sambil menunggu proses verifikasi.

Usulan penggunaan danais bagi pekerja seni dipaparkan pada Forum Keistimewaan yang diikuti oleh ratusan peserta perwakilan dari Kraton Yogyakarta, Kadipaten Pakualaman, OPD Pemda DIY, OPD Pemerintah Kabupaten/Kota, akademisi dan kelompok-kelompok masyarakat secara daring, Senin (12/5).

Selain membahas mengenai alokasi Danais guna penanganan Covid-19, juga dilakulan pembahasan mengenai program dan kegiatan untuk dua tahun ke depan. Tentu saja dengan melihat kondisi saat ini dan prediksi ke depan. (C-4)

Read previous post:
ilustrasi
Tak Punya Uang, Nekat Curi Infak Masjid

NGAGLIK (MERAPI)- Gara-gara tak punya uang, seorang pria berinisial S (30) warga Harjobinangun, Pakem, Sleman nekat melakukan pencurian kotak infak

Close