Maling Gentayangan Saat Corona, Warga Diminta Rajin Ronda

KEHILANGAN sepeda motor hingga tabung gas elpiji dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Kota Yogyakarta. Kehilangan barang-barang itu diduga kuat karena dicuri. Belum lagi tindak kriminal yang tergolong ‘kecil’ seperti penjambretan dompet di jalan hingga pencurian uang hasil penjualan pedagang sayur di kampung. Kondisi itu menunjukkan kriminalitas meningkat di tengah ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Kondisi itu dialami oleh pemilik warung sayur di kampung Tegalgendu Kotagede belum lama ini. Dia kehilangan uang hasil penjualan sayur, saat melayani satu pembeli yang diduga pelaku pencurian itu. Entah karena kelengahan saat melayani pembeli, pemilik warung sayur baru sadar, saat pembeli itu pergi uang hasil penjualan di tempat penyimpanan di warung sudah hilang.

“Sayur yang mau dibeli saja, ditinggal gak dibawa. Uang saya yang hilang,” ujar pemilik warung sayur yang enggan disebut namanya itu, baru-baru ini.

Kejadian kehilangan uang itu menjadi obrolan keluh kesah masyarakat belakangan ini. Di tengah wabah Covid-19 dan berusaha agar ekonomi keluarga berjalan, tindak kriminal mengintai kapanpun, dimanapun dan siapapun. Bahkan terhadap orang yang mengais untung sedikit demi sedikit pun tak luput dari korban tindak pencurian.

Hal itu diakui Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto. Dia menyatakan, telah menerima laporan kehilangan sepeda motor dan tabung gas elpiji di beberapa wilayah Kota Yogyakarta belakangan ini. Kejadian kehilangan barang itu ada di lingkungan rumah warga.

“Laporan motor hilang di Kampung Kauman dan gas elpiji hilang. Kejadian di rumah warga. Ini artinya bahwa sekarang masyarakat juga harus lebih waspada. Simpan barang-barang yang berharga di tempat yang aman,” kata Agus, kemarin.

Untuk mengatasi tindak kriminal yang cenderung meningkat pihaknya mengimbau masyarakat melalui petugas Satpol PP di kecamatan agar meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Salah satunya melalui kegiatan ronda kampung. Termasuk sebagian kampung yang menerapkan akses satu pintu masuk gang dan larangan gelandangan pengemis dan pemulung masuk kampung.

“Ronda di masyarakat perlu ditingkatkan kembali, tetapi tetap dengan prinsip menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19. Kalau penerapan akses satu pintu masuk untuk kontrol memudahkan pemantauan kedatangan warga, menurut saya silakan karena memang beralasan untuk menjaga kamtibmas,” tuturnya.

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, lewat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) sudah meminta untuk mulai mengingatkan masyarakat agar meningkatkan keamanan di lingkungan karena potensi kasus kriminalitas meningkat.

Menurutnya selama ini potensi tindak kriminalitas biasanya mengalami kenaikan menjelang tahun ajaran baru. Kini sudah menjelang tahun ajaran baru ditambahh dengan kondisi pandemi COVID-19 maka potensi tindak kriminalitas naik akibat kondisi ekonomi semakin sulit.

“Kami harap tidak ada sesuatu. Tapi dengan situasi saat ini orang bisa melakukan banyak hal yang kita tidak duga. Makanya sekarang pengamanan-pengamanan kampung perlu ditingkatkan, terutama dimungkinkan ronda. Kalau ada pembatasan-pembatasan untuk bisa meminimalisir orang yang masu ke lingkungan. Monitoring RT/RW terhadap pendatang itu juga jadi bagian. Masyarakat kini juga lebih peka terhadap orang yang datang,” ucap Heroe. (Tri)

 

Read previous post:
104.573 KK di Kulonprogo Diusulkan Terima Jaminan Pengaman Sosial

Close