UN Ditiadakan, 65 SMP/Madrasah di Yogya Gelar Ujian Online

B Puluhan sekolah jenjang SMP serta madrasah di Kota Yogyakarta mengadakan tes online atau dalam jaringan (daring) sebagai salah satu penentu kelulusan siswa. Tes daring dilaksanakan karena ujian nasional (UN) ditiadakan karena wabah Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budi Asrori menjelaskan, terdata ada 65 SMP/Madrasah yang melaksanakan tes daring. Sedangkan yang tidak menggelar tes daring ada 3 SMP karena menggunakan nilai rapor sebelumnya.

“Hampir semua SMP mengadakan tes daring. Hanya tiga sekolah yang tidak ada tes tapi pakai nilai rapor,” kata Budi, Senin (13/4).

Kebijakan itu mendasarkan pada surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) yakni sebagai pengganti UN, sekolah bisa mengadakan ujian sekolah dengan sistem online. Pilihan lain, sekolah dapat menggunakan hasil rapor semester sebelumya, ujian tengah semester dan tugas lainnya.

Budi menyampaikan, metode pelaksanaan tes daring diserahkan dan disesuaikan kondisi tiap sekolah. Sebagian sekolah melaksanakan tes daring menggunakan program Google Classroom. “Sekolah dapat melengkapi tes dengan sistem manual jika ada kendala dalam pelaksanaan tes daring, seperti gangguan jaringan internet,” ujarnya.

Diakuinya dengan tes daring yang dikerjakan anak di rumah, ada potensi kecurangan misalnya mencontek atau mencari dari aplikasi pencari. Sedangkan sekolah juga tidak bisa mengontrol potensi kecurangan dalam mengerjakan tes daring itu. Tapi dengan kondisi darurat wabah Covid-19, hal itu menurutnya menjadi salah satu parameter kemampuan dan menjaga kualitas pendidikan.

“Saat ini kondisi darurat, tes daring juga tidak seperti ujian nasional. Makanya hasil tes daring bukan satu-satunya penentu kelulusan. Tapi bisa untuk referensi salah satu penentu kelulusan siswa,” papar Budi.

Sebagian SMP mulai melaksanakan tes daring Senin (13/4) ini, seperti di SMPN 15 Yogyakarta. Kepala SMPN 15 Yogyakarta, Siti Arina Budi Astuti mengatakan tes daring dilaksanakan menggunakan program Google Classroom. Ada 11 mata pelajaran yang diujikan dengan soal pilihan ganda dan waktu pengerjaan 90 menit.

“Teknisnya untuk masuk ke tes daring pakai link dan token. Hari pertama lancar. Namun masih ada beberapa anak yang bangunnya kesiangan, sehingga dapat tambahan waktu 30 menit. Dibuat mudah agar tidak membebani murid,” jelas Arina.

Dia menuturkan sebagi kontrol wali kelas memantau kehadiran anak dengan menelpon orangtua. Anak yang mengerjakan tes daring, akan terhubung dengan aplikasi presensi yang sudah dibuat khusus tim sekolah. Rata-rata nilai tes daring akan digabungkan dengan rerata nilai ujian praktik, nilai rata-rata rapor semester 1 sampai dengan 5, nilai portofolio dan nilai budi pekerti untuk menentukan kelulusan siswa.

Pihaknya juga mengakui tes daring yang bisa dikerjakan di rumah ada potensi kecurangan. Tapi pihaknya menekankan untuk mengedepankan integritas dan kerja sama dengan orangtua. “Kami sudah mengimbau untuk jujur, namun demikian yang kami utamakan adalah keikutsertaan dan kemauan anak belajar. Bukan semata-mata pada nilai,” tandasnya. (Tri)

Read previous post:
Daun Srikaya Musuh Serangan Bisul

PERNAH melihat tanaman buah jenis srikaya? Meski tampilannya tampak sederhana, tanaman ini layak dijadikan sebagai tanaman berkhasiat obat. Terutama bagian

Close