Bakul Pasar Diberi Keringanan Retribusi

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan keringanan retribusi pasar tradisional selama dua bulan, yang dimulai bulan April. Kebijakan keringanan itu untuk membantu memulihkan ekonomi pedagang pasar yang terdampak Covid-19.

“Keringanan retribusi pasar ini untuk membantu memulihkan ekonomi karena dari segi omzet pedagang turun akibat Covid-19. Keringanan retribusi selama dua bulan untuk April dan Mei,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta Yunianto Dwisutono, Minggu (12/4).

Ia menjelaskan, besaran keringanan retribusi pasar tradisional mulai dari 25 persen sampai 75 persen. Nilai tersebut melihat beberapa variabel di antaranya tipe pasar dan jenis dagangan yang dijual. Bagi pedagang yang sampai menutup kios atau lapak akibat sepinya pembeli selama pandemi Covid-19 seperti pedagang baju di Pasar Beringharjo, bisa mendapatkan keringanan hingga 75 persen.

“Keringanan yang diberikan ke pedagang beda-beda. Tergantung tipe pasar, luasan kios dan los. Kalau sampai tutup sementara, keringanan retribusi bisa diberikan maksimal 75 persen,” paparnya.

Keringanan retribusi itu sudah diberikan dalam sistem pembayaran retribusi secara elektronik untuk bulan April dan Mei. Selama ini pembayaran retribusi pasar sudah sudah dilakukan secara elektronik non tunai. Berdarakan data di Jogja Smart Service (JSS) realisasi retribusi pasar per Minggu 12 April 2020 sebanyak Rp 56, 6 juta. Sedangkan realisasi retribusi pasar dari Januari sampai April 2020 mencapai Rp 1,79 miliar.

“Keringanan sudah masuk dalam sistem pembayaran e-retribusi, sehingga pedagang tinggal membayar sesuai nominal yang tertera,” ujar Yunianto.

Menurutnya pedagang tidak bisa dibebaskan retribusi pasar karena sudah menjadi kewajiban pedagang di pasar. Disperindag Kota Yogyakarta juga tetap memberikan kesempatan pedagang tetap berjualan, menyediakan tempat mencuci tangan pakai sabun dan penyemprotan disinfektan di pasar.

“Kami berlakukan selama dua bulan. Lalu kami akan lihat dulu. Kalau Juni sudah normal, kami akan revisi lagi retribusinya. Jika belum, kami akan perpanjang,” tambahnya.

Selain itu pihaknya juga terus mematangkan penerapan belanja online di pasar-pasar tradisional yang bekerja sama dengan market place dan ojek online. Ada 6 pasar yang menjadi uji coba belanja online itu yakni, Pasar Beringharjo, Pasar Demangan, Pasar Kotagede, Pasar Legi Patangpuluhan, Pasar Kranggan, dan Pasar Sentul. Belanja online menjadi pilihan untuk mengurangi interaksi langsung pedagang dan pembeli guna mencegah potensi penularan Covid-19. (Tri)

Read previous post:
BERMODALKAN JUARA POPDA – IPSI Bantul Bidik Porda DIY

Close