Siswa Belajar di Rumah Diperpanjang Dua Pekan

DANUREJAN (HARIAN MERAPI) – Pemda DIY memperpanjang masa belajar siswa di rumah selama dua pekan ke depan hingga 14 April mendatang. Surat Edaran No 421/5598 tentang perpanjangan masa pembelajaran jarak jauh atau online itu sudah diteken Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kemarin.

“Kalau sebelumnya untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) jarak jauh dari 23 Maret sampai 31 Maret 2020. Sekarang ditambah dua minggu. Prinsipnya diperpanjang,” tandas Sekda DIY, Baskara Aji di Kepatihan, Senin (30/3).

Perpanjangan KBM melalui daring disebabkan kondisi yang belum memungkinkan terkait persebaran Covid-19 di Yogyakarta. Meski dinilai masih banyak kekurangan, baik perangkat internet maupun sistem pembelajaran dan kapasitas guru dan orangtua murid.

Adapun evaluasi, diserahkan oleh sekolah masing-masing. Aji tidak mempermasalahkan hal itu, fokus pada transfer ilmu dapat dilakukan guru dengan siswa. “Anak-anak, semangat belajar di rumah juga masih cukup baik,” imbuhnya.

Menurutnya, pemanfaatan aplikasi JB Class atau website JB jbclass.jogjabelajar.org memang dinilai kurang efektif karena harus diakses ribuan siswa dalam waktu yang bersamaan. Oleh sebab itu, sekolah diberikan ijin untuk menggunakan aplikasi atau jejaring lain yang kondusif dan lebih memudahkan agar tujuan KBM jarak jauh tetap berjalan dengan lancar. Apalagi metode pembelajatan setiap mata pelajaran pasti berbeda.

“Seperti pelajaran Matematika tentu berbeda polanya dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia beda dengan Bahasa Inggris. Ngajari bahasa tanpa audio kan nggak mungkin. Gitu misalnya. Tapi, Matematika secara teks sudah cukup,” jelasnya. (C-4)

Read previous post:
Tumbuhan yang Subur di Sekitar Sumur Tua

INI cerita guru BK saya, Pak Han, yang sekarang sudah menjadi tetangga, ketika awal '90an. Saat itu ia baru berusia

Close