Pergerakan Pemudik Belum Terpantau di Terminal Giwangan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Meskipun di beberapa daerah disinyalir ada pergerakan pemudik dari ibukota, tapi tidak terjadi di Kota Yogyakarta. Jumlah penumpang bus yang datang maupun berangkat di Terminal Giwangan terus menurun setelah virus corona semakin meluas di Indonesia.

“Tidak ada peningkatkan jumlah penumpang yang datang di Terminal Giwangan selama beberapa hari ini. Justru jumlah bus dan penumpang semakin menurun hingga sekitar 40 persen,” kata Kepala Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Yogyakarta Bekti Zunanta, Kamis (26/3).

Berdasarkan data pada Rabu (25/3) tercatat jumlah penumpang bus datang di Terminal Giwangan sebanyak 1.572 orang dan penumpang berangkat sebanyak 2.533 orang. Jumlah itu menurun signifikan dibandingkan pada awal Maret yakni penumpang datang sebanyak 7.591 orang dan penumpang berangkat 10.951 orang.

“Penurunan jumlah penumpang merata dari seluruh rute kedatangan dan keberangkatan bus. Tapi penurunan paling signifikan pada bus penumpang kedatangan dan keberangkatan ke arah Jakarta,” terangnya.

Meskipun jumlah penumpang menurun signifikan, pihaknya tetap melakukan pencegahan penularan virus corona dengan penyemprotan disinfektan dua kali sehari yaitu pada pagi hari dan sore hari. Termasuk bus yang masuk ke Terminal Giwangan juga disemprot disinfektan.

Selain itu dia menyebut Terminal Giwangan juga mengecek suhu tubuh calon penumpang. Sampai kini, lanjutnya, tidak ditemukan penumpang yang mengalami demam, atau memiliki suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius. “Kami juga sudah siapkan sabun untuk mencuci tangan di wastafel,” katanya.

Secera terpisah Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengaku sudah meminta wilayah untuk meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan masing-masing. Terutama jika ada warga dari luar daerah yang baru datang diminta untuk memeriksakan kesehatan.

“Kami minta agar warga yang baru datang atau mudik segera memeriksakan kesehatan ke puskesmas terdekat. Harapannya, tidak seperti di Italia. Saat diberlakukan lockdown di Milan, banyak warga yang justru pulang kampung dan mereka menjadi pembawa virus sehingga penyebaran Covid-19 semakin luas,” ujar Heroe. (Tri)

Read previous post:
Kru dan Penumpang Bus AKAP Disemprot

KARANGANYAR (MERAPI) - Para sukarelawan yang digawangi Forkopimcam Matesih, Kabupaten Karanganyar melakukan disinfeksi terhadap penumpang dan bus AKAP di Terminal

Close