Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Yogya Optimalkan Layanan WA

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Layanan dokumen adminitrasi kependudukan (adminduk) di kecamatan- kecamatan di Kota Yogyakarta ditiadakan mulai pekan ini. Semua dokumen adminduk dilayani terpusat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogyakarta secara online melalui pesan pendek di whatsapps (WA). Kebijakan itu untuk mempercepat pelayanan adminduk ke masyarakat di tengah mengurangi tatap muka guna mencegah persebaran virus corona.

“Kecamatan sudah tidak melayani dokumen adminduk secara tatap muka karena semua disentralkan di satu titik di Dindukcapil. Tapi mekanisme pelayanan secara online melalui nomor-nomor WA Dindukcapil,” kata Kepala Bidang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dindukcapil Kota Yogyakarta, Bram Prasetyo, Kamis (27/3).

Dia menuturkan semula pelayanan administrasi secara online di kecamatan mengoptimalkan aplikasi Jogja Smart Service (JSS) pada menu layanan kecamatan dan kelurahan. Namun menurutnya ternyata masyarakat belum banyak menggunakan layanan adminduk di JSS. Selama layanan adminduk diarahkan secara online, banyak masyarakat yang menggunakan nomor WA Dindukcapil Kota Yogyakarta.

“Lebih banyak yang menggunakan layanan di WA. Mungkin dianggap lebih mudah atau familir bagi sebagian besar masyarakat. Makanya layanan adminduk via JSS semua dialihkan lewat WA biar lebih cepat dan bisa terkoordinir,” paparnya.

Untuk permohonan layanan kependudukan seperti Kartu Keluarga dan e-KTP, Kartu Identitas Anak dan mutasi penduduk bisa menggunakan nomor WA di 082137589077. Sedangkan layanan akta dan pencatatan sipil dilayani di nomor 085156474750 dan untuk kebutuhan konsolidasi nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga dilayani di nomor 089603269011.

“Nomor WA online itu hanya ada di dinas. Untuk mempercepat proses dan kepastian waktu pelayanan maka semua petugas adminduk di kecamatan kami tarik ke Dindukcapil. Kami siagakan dan bagi empat pokja sesuai ketugasan misal khusus permohonan layanan kependudukan,” jelas Bram.

Menurutnya kebijakan pelayanan adminduk terpusat dan secara online itu untuk mengurangi tatap muka dan pengumpulan orang di tengah kondisi virus corona yang meluas. Baik di Dindukcapil maupun di kecamatan. Sedangkan selama ini banyak warga yang datang langsung ke kecamatan. Dokumen adminduk yang selama ini dilayani di kecamatan adalah KTP, kartu keluarga dan kartu identitas anak.

“Jadi masyarakat hanya tatap muka sekali di pelayanan Kantor Dindukcapil saat pengambilan dokumen yang sudah jadi. Rekam KTP elektronik kami tunda dulu, kecuali bagi yang mendesak untuk kebutuhan kesehatan atau daftar polri bisa dilayani di Dindukcapil,” terangnya.

Masyarakat juga harus mengikuti protokol saat datang ke Dindukcapil Kota Yogyakarta seperti mencuci tangan dengan sabun maupun hand sanitizer sebelum masuk. Aturan menjaga jarak fisik antar orang atau physical distancing juga diterapkan. Misalnya di loket pelayanan harus berjarak minimal 1 meter. Sedangkan pada ruang tunggu juga diberikan tanda silang di sebagian tempat duduk yakni larangan duduk untuk memberikan jarak. (Tri)

Read previous post:
BANTU PETUGAS MEDIS ATASI CORONA-Kelompok Difabel Asal Sleman Produksi 800 APD

NGAGLIK (MERAPI)- Minimnya fasilitas alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19, membuat sebagian kelompok ikut dalam

Close