Kunjungan Wisatawan Anjlok, Objek Wisata Yogya Tetap Beroperasional

DANUREJAN (HARIAN MERAPI) – Persebaran virus corona yang semakin meluas di Indonesia berdampak pada dunia pariwisata, termasuk Kota Yogyakarta. Jumlah kunjungan wisatawan di Kota Yogyakarta selama sepekan ini menurun drastis. Namun demikian, Pemkot Yogyakarta belum berencana menutup objek wisata di kawasan tersebut.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto mengutarakan, penurunan jumlah wisatawan di Malioboro berkisar 60 sampai 80 persen. Dari pantauan suasana sebagian pedestrian Malioboro pada jelang siang hari lebih sepi dibandingkan hari biasanya. Tapi masih terlihat beberapa wisatawan domestik dan mancanegara yang melintas di kawasan ikon wisata Yogyakarta itu.

“Mulai terasa sejak Senin (16/3). Semakin lama semakin tinggi penurunannya. Memang masih ada wisatawan satu atau dua. Tapi penurunannya sangat signifikan,” kata Ekwanto, Minggu (22/3).

Dia menyatakan salah satu indikasi penurunan wisatawan Malioboro adalah jumlah bus pariwisata yang masuk ke Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA). Selama sepekan ini hanya terlihat 2 bus pariwisata yang masuk TKP ABA. Padahal biasanya banyak bus pariwisata yang parkir.

Beberapa kegiatan di Malioboro yang rencananya diadakan di bulan Maret juga dibatalkan karena untuk mencegah persebaran virus corona. Dia menyampaikan beberapa kegiatan yang dibatalkan di antaranya kegiatan budaya setiap Selasa Wage, pawai ogoh-ogoh peringatan Hari Raya Nyepi, peringatan hari Tuberculosis tingkat nasional, peringatan tingalan Sri Sultan HB X dan peluncuran kawasan tanpa rokok di Malioboro.

“Sesuai instruksi gubernur tidak boleh ada kegiatan yang mengundang kerumunan massa, maka mau tidak mau kegiatan-kegiatan harus dibatalkan. Semua kegiatan yang izin di kami dibatalkan, sampai situasi dan kondisi yang memungkinkan,” papar Ekwanto.

Dia mengutarakan, sesuai pernyataan walikota, Malioboro tidak ditutup untuk wisata, sehingga semua harus membantu menjaga kebersihan dan menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun.

Sementara itu Kepala Bidang Pengelolaan Taman Pintar, Afia Rosdiana juga mengatakan ada penurunan jumlah wisatawan di tempat wisata edukasi milik Pemkot Yogyakarta. Tapi Taman Pintar tetap membuka layanan wisata karena belum ada kebijakan lebih lanjut dari Pemkot Yogyakarta terkait destinasi wisata.

“Untuk kunjungan, sangat sepi dalam seminggu ini. Setiap harinya hanya ada berkisar dua sampai delapan orang pengunjung. Kami buka layanan dengan protokol mitigasi pencegahan penyebaran Covid-19 seperti penyediaan hand sanitizer dan menerapkan aturan jeda lima menit antara setiap rombongan yang akan memasuki Gedung Oval-Kotak,” terang Afi.

Secara terpisah Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Maryustion Tonang mengatakan, untuk Kota Yogyakarta sampai kini belum ada keputusan untuk menutup operasional tempat wisata. “Kami tetap akan memberlakukan protokol yang ketat untuk menjaga keamanan bersama seperti tempat cuci tangan dengan sabun, pembersihan dan penyemprotan disinfektan,” ujar Tion. (Tri)

Read previous post:
Kantor Cabang BCA Berlakukan Operasional Terbatas

JAKARTA (HARIAN MERAPI) - BCA berkomitmen memprioritaskan kesehatan, keamanan dan kenyamanan karyawan, nasabah, mitra kerja serta masyarakat. BCA mendukung imbauan

Close