Yogya Anggarkan Penelitian Rp 200 Juta

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menganggarkan kegiatan penelitian sebanyak Rp 200 juta. Untuk tahun 2021 pengajuan proposal kegiatan penelitian sudah dibuka tahun ini. Kalangan perguruan tinggi di DIY diharapkan bisa melakukan penelitian yang mengatasi berbagai masalah di Kota Yogyakarta sesuai tema pembangunan.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Tri Retnani mengataka, Bappeda menargetkan sekitar 60 sampai 100 proposal yang masuk dalam penelitian Pemkot Yogyakarta. Nantinya akan disaring sekitar 25 sampai 35 proposal penelitian yang dipaparkan di hadapan tim seleksi Jaringan Penelitian Kota Yogyakarta hingga terpilih 6 sampai 10 proposal.

“Penelitian diarahkan sesuai pembangunan Kota Yogyakarta setiap tahun. Ini untuk mendorong partisipasi pembangunan lewat penelitian dan pengabadian di masyarakat,” kata Nanik di sela sosialisasi penelitian tematis Pemkot Yogyakarta di Balaikota, Rabu (19/2).

Dia menyebut untuk penelitian tahun 2020 ada delapan judul penelitian yang sudah disetujui berdasarkan hasil pengajuan proposal tahun 2019. Setiap penelitian dialokasikan dana berkisar Rp 25 juta hingga Rp 35 juta.

Sedangkan Kepala Bappeda Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono, berharap proposal penelitian yang masuk bisa membantu berbagai permasalahan di Kota Yogyakarta di antaranya pedagang kaki lima, kesejahteraan dan sampah. Namun penelitian juga disesuaikan dengan tema pembangun Pemkot Yogyakarta tahun 2021 yakni peningkatkan infrastruktur dan perekonomian berbasis pariwisata.

“Kalau untuk infrastruktur, sekarang sedang gencar ada penataan tata ruang. Keberadaan PKL juga harus ditata tanpa ada yang merugikan. Masalah itu bisa diangkat untuk materi penelitian,” tambah Agus.

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi meminta permasalahan sampah di kota juga bisa menjadi penelitian karena selama ini hanya mengandalkan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Mengingat berkaca pada tutupnya operasional TPA beberapa hari di tahun 2019 membuat sampah di kota menumpuk.

“Jika dalam sehari operasional sampah di sana tutup, maka dampaknya langsung dirasakan di Kota Yogya. Maka butuh adanya penelitian pengolahan sampah berbasis wilayah untuk mengurangi ketergantungan pembuangan sampah ke Piyungan,” tandas Heroe. (Tri)

Read previous post:
MERAPI-AMIN KUNTARI Bandara YIA ditunda diresmikan meski secara teknis sudap siap beroperasi.
Bandara Adisutjipto Tetap Layani Penerbangan Khusus

WATES (HARIAN MERAPI) - PT Angkasa Pura I mengintensifkan sosialisasi kepada maskapai penerbangan hingga moda transportasi pendukung yang akan beroperasi

Close