DARI NATUNA TIBA DI YOGYA-Dinkes DIY: Mereka Sehat, Jangan Dikucilkan

DEPOK (HARIAN MERAPI) – Lima mahasiswa dari 238 WNI yang telah menjalani observasi di Pulau Natuna sejak 1 Februari hingga 14 Februari lalu, akhirnya tiba di Bandara Adisutjipto pada pukul 20.44 WIB, Sabtu (15/2) malam.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DI Yogyakarta, Pembayun Setyaning Astutie yang ikut menjemput mahasiswa itu memastikan bahwa lima WNI asal DIY dan Jawa Tengah tersebut bebas dari Corona.

“Ini kami dari Dinkes Kota dan Dinkes Sleman sengaja menjemput mereka (WNI dari Natuna) untuk memberi rasa nyaman dan aman. Kita tidak melakuakn pemantauan karena observasi yang dilakukan selama dua pekan di Natuna sudah dipastikan bebas dari virus Corona,” ungkapnya saat ditemui di bandara setempat.

Pembayun menjelaskan WNI asal DIY tersebut dalam keadaan sehat ketika keluar dari Wuhan, Cina. Semua WNI yang dikirim ke Natuna hanya untuk meyakinkan masyarakat bahwa mereka tidak terjangkit virus Corona.

“Kami tegaskan mereka tak terinfeksi virus Corona, mereka semua sehat baik dari Wuhan, maupun setelah observasi. Jadi memang ada lima warga yang turun di bandara ini. Hanya saja tiga di antaranya warga asal DIY dan dua dari Klaten, Jawa Tengah,” jelasnya.

Disinggung asal WNI tersebut dari kabupaten dan kota mana, Pembayun tak membeberkan secara pasti. Pembayun hanya menuturkan tiga WNI asal Kota Yogyakarta dan Sleman ini berjenis kelamin wanita dan pria.

“Ketiganya orang asal DIY, jadi dari Dinkes Kota dan Dinkes Sleman yang sengaja menjemput. Ada pria dan dua wanita,” terangnya

Ditanyai apakah WNI tersebut akan kembali ke Wuhan, Pembayun menjelaskan hal itu bisa saja terjadi. Namun tentunya, harus menunggu kondisi aman yang tentunya diumumkan oleh Pemerintah Indonesia dan Cina.

“Ya mestinya setelah di sana clear, dan juga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta pemerintah memberi izin untuk kembali,” jelasnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk menerima WNI yang telah kembali ke Indonesia seperti pada umumnya. Pasalnya, kondisi mereka memang tidak terbukti sakit dan memang sehat seperti masyarakat lainnya.

“Terimalah mereka sebagai warga yang sehat, jangan mereka kemudian dikucilkan, jangan disangsikan kesehatannya. Mereka adalah warga yang sehat,” tegasnya.

Terpisah, Dukuh Banjeng, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Ikhwan Muhammad Fauzi menuturkan telah menerima laporan salah satu warganya yang kembali dari observasi di Pulau Natuna bernama Nugraha Krisdiyanta. Namun hingga siang ini ia belum mengunjungi warganya tersebut.

“Sudah dapat laporan kalau (Nugraha) pulang. Kebetulan beliaunya juga Ketua RT di sebuah perumahan. Tapi hingga siang ini belum kesana, rencana nanti sore,” imbuhnya.

Dilanjutkan Fauzi, masyarakat sekitar tidak ada masalah untuk menerima kembali kehadiran Nugraha yang notabene tidak terjangkit virus Corona. Masyarakat sekitar juga dikalim Fauzi telah memiliki pemahaman tentang penyakit baru itu sejak awal penyebarannya.

“Tidak masalah, mereka sudah tahu semua sendiri. Warga sudah menerima dengan kondisi Pak Nugroho yang seperti itu. Intinya semua menerima,” tutupnya. (C-8)

Read previous post:
Kementan: Pupuk Sangat Cukup, Ingatkan Pemda Segera Percepat Realisasi

JAKARTA (HARIAN MERAPI) - Menanggapi isu kelangkaan pupuk bersubsidi yang beredar di sejumlah daerah, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik

Close