Lesus Terjang DIY, Pohon Bertumbangan, Listrik Padam, Seorang Lansia Terluka

SLEMAN (HARIAN MERAPI)- Hujan deras disertai angin kencang yang turun di sejumlah lokasi di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menyebabkan kerusakan baik rumah maupun fasilitas umum pada Jumat (14/2) sore.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat sebanyak empat kecamatan yang menjadi wilayah terdampak atas kejadian alam tersebut. Di antaranya adalah Kecamatan Mlati, Minggir, Sleman serta Gamping.

Dilaporkan terdapat 18 pohon tumbang, 13 rumah rusak serta terdapat satu korban luka ringan akibat hujan yang turun sejak pukul 14.30 tersebut. Beberapa akses jalan dilaporkan tertutup akibat adanya pohon tumbang. Beberapa fasilitas umum juga dilaporkan rusak serta sejumlah atap rumah warga yang beterbangan.

Kepala BPBD Sleman, Makwan menuturkan daerah yang paling banyak terdampak bencana alam adalah di Kecamatan Mlati. Tercatat 10 laporan kejadian yang terjadi antara lain pohon tumbang melintas di jalan, pohon tumbang menimpa masjid serta atap rumah warga yang beterbangan.

“Kejadian terjadi di wilayah Sendangadi, Mlati. Seperti pohon tumbang dan menutup akses jalan serta menimpa jaringan listrik di Jalan Magelang KM 9. Selain itu ada pohon tumbang menimpa dapur rumah makan dan juga sebuah masjid. Selain itu beberapa atap rumah beterbangan,” ungkapnya.

Dikatakan, pohon tumbang juga dilaporkan menutup akses di Jalan Purboyo Km 3 tepatnya Selatan SPBU Pangukan. Sementara di Kecamatan Minggir, dilaporkan terdapat seorang lansia yang mengalami luka ringan yang sudah dilarikan ke Puskesmas Minggir.

“Di Minggir dilaporkan 3 rumah tertimpa pohon, dan ada seorang korban tapi hanya luka ringan. Sudah dibawa ke puskesmas setempat,” tandasnya.

Pohon tumbang juga dilaporkan menimpa sekolah SMK Putra Samudera di Somodaran, Gamping, Sleman. Selain itu sebuah papan informasi yang berada di depan Rumah Dinas Bupati Sleman juga roboh akibat terkena angin kencang.

“Saat ini sedang dalam penanganan. Beberapa sudah ada yang terkondisi terutama untuk pohon tumbang yang menutup akses jalan,” jelasnya.

Pihaknya meminta agar masyarakat untuk tetap selalu berhati-hati dengan kondisi cuaca hujan yang belum sepenuhnya reda. Terutama jika terjadi angin kencang, untuk memperhatikan pohon atau objek yang rawan pohon tumbang.

“Kita minta masyarakat untuk hati-hati, apalagi ini tadi juga anginnya cukup kencang. Jangan berada di lokasi yang dekat dengan pohon atau benda yang mudah roboh,” tambahnya.

Hujan lebat disertai angin yang terjadi di Yogyakarta dan sekitarnya juga membuat sejumlah pohon bertumbangan dan Pasar Beringharjo terkena luapan air hujan.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Bayu Wijayanto menjelaskan, berdasarkan data sementara ada beberapa titik pohon tumbang yakni di Juminahan RT 66, Serangan RT 08, Museum Diponegoro Tegalrejo dan Bintaran.

“Empat titik pohon menutup jalan. Sampai sore tadi masih ada satu pohon besar yang menutup jalan masih dalam penanganan,” kata Bayu.

Berdasarkan laporan Pusdalops-Pb TRC BPBD Kota Yogyakarta tercatat, pohon tumbang di Juminahan menimpa kabel listrik dan telepon, di Serangan menimpa kabel penerangan jalan umum dan menganggu akses jalan kampung. Sedangkan pohon tumbang di Bintaran di kompleks gedung Bumi Putra menimpa bangunan gedung. “Lebih dari tujuh titik di persil pohon tumbang dan menimpa rumah sedang dalam penanganan juga,” ujarnya.

Sedangkan BPBD DIY mencatat dampak hujan di wilayah Kota Yogyakarta Jumat (14/2) yakni 6 pohon tumbang, 4 rumah rusak, gedung pemerintah, rumah sakit, mobil 1, sepeda motor 1, jaringan listrik tertimpa pohon dan akses jalan. Selain itu genangan air hujan setinggi mata kaki di lingkungan Pasar Bringharjo karena luapan drainase. Termasuk terjadi peningkatan Kali Code dan Kali Gajahwong, tapi masih dalam ambang normal.

Terpisah, Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menuturkan turunnya hujan lebat yang disertai pertir dan angin kencang terjadi sebagian besar di wilayah DIY. Ditengerai munculnya hujan terjadi karena adanya belokan angin tajam di wilayah Tengah, DIY dan Jawa Timur.

“Hujan lebat disebabkan oleh Konvergensi (belokan angin tajam) di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur bagian barat mengakibatkan penumpukan massa udara hangat lembab dan terbentuk Cluster Awan Cumulonimbus dengan area yang cukup luas,” imbuhnya dalam keterangan tertulis.

“Diprakirakan dalam 2 hari ke depan potensi hujan lebat masih tinggi terjadi di wilayah DIY,” tutupnya. (C-8/Tri)

Read previous post:
ilustrasi
Janda Terkecoh

WAHAI para janda, berhati-hatilah ketika ada orang yang tiba-tiba menawarkan jasa baik hendak menjodohkan dengan seorang pria mapan. Sebab, boleh

Close