Pemkot Yogya Wacanakan Tambahan Sanksi Kerja Sosial Bagi Pelaku Klitih

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Sanksi sosial dengan kerja sosial bagi pelaku kejahatan jalanan atau klitih di Kota Yogyakarta diwacanakan. Pemberian sanksi sosial dinilai bisa menjadi terapi bagi pelaku klitih di bawah umur seperti remaja. Namun sanksi pidana hukum tetap ada untuk pelaku klitih yang mengarah tindak pidana.

“Kami sedang mecoba perbaiki sistem sanksinya. Misalnya mereka yang di bawah umur terlibat klitih diminta untuk kerja sosial di panti-panti jompo,” kata Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Jumat (14/2).

Dia menyatakan sanksi kerja sosial itu karena melihat kasus klitih yang ada selama ini menunjukkan rasa kemanusiaan yang berkurang. Dengan melakukan kerja sosial melayani para jompo diharapkan menumbuhkan rasa kemanusiaan, kasihan dan kasabaran anak remaja terlibat klitih.

“Itu sebenarnya terapi yang kami harapkan. Misalnya habis sekolah mereka harus melayani di panti jompo sampai jam sekian maupun saat liburan. Jadi kami mencoba memperkuat yang selama ini kurang di kalangan pelaku klitih. Harapannya ada rasa kesabaran, kemanusian, tidak tegaan dengan melayani simbah-simbah,” jelasnya.

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi awal dengan Dinas Sosial Kota Yogyakarta sebagai pengampu pelayanan di panti jompo terkait pemberian sanki pelaku klitih di bawah umur. Terutama untuk membuat pelayanan ke lansia atu jompo oleh remaja yang terlibat klitih. Pemberian sanksi sosial yang bisa memperbaiki masa depan anak-anak remaja.

Namun pihaknya menegaskan pelaku klitih yang mengarah pidana tetap diberikan sanksi hukum pidana untuk efek jera. Setelah menjalani hukum pidana, remaja pelaku klitih juga harus melakukan kerja sosial di panti-panti jompo sebagi terapi menumbuhkan rasa kemanusian.

“Harapan kami juga ada kesempata bagi remaja terlibat klitih yang kena sanksi pidana untuk kerja sosial. Bukan persoalan sanksinya tapi menumbuhkan rasa kemanusiaan di anak-anak remaja terlibat klitih,” tambah Heroe.

Dia menyampaikan untuk mencegah klitih juga sudah ada kelompok kerja (pokja) bersama dan diskusi melibatkan lintas sektor dan sekolah. Salah satu hasilnya adalah rekomendaikan adanya operasi rutin oleh kepolisian dibantu Satpol PP dan masyarakat. Selain itu mengintensifkan peran keluarga karena dasar persoalan banyak berangkat dari keluarga.

“Dalam beberapa musrenbang di kelurahan sudah saya sampaikan tiap kelurahan harus mulai memperhatikan bagaimana lingkungan anak. Terutama keluarga untuk selalu menyapa anak-anaka. Dari keluarga itulah sebagai pencegahan awal karena kalau melihat kejadian klitih selalu berawal di waktu yang sudah larut,” ujar Heroe. (Tri)

Read previous post:
Yogya Tetap Andalkan Sektor Pariwisata

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) - Sektor pariwisata diproyeksikan tetap menjadi andalan penggerak utama ekonomi di Kota Yogyakarta pada tahun 2021. Berkaca

Close