Yogya Tetap Andalkan Sektor Pariwisata

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Sektor pariwisata diproyeksikan tetap menjadi andalan penggerak utama ekonomi di Kota Yogyakarta pada tahun 2021. Berkaca tahun 2019 sektor pariwisata berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono mengatakan, pada tahun 2019 sektor pariwisata menyumbang konstribusi terbesar untuk pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta yaitu mencapai sekitar 17,46 persen. Dia bahkan menyebut kontribusi sektor pariwisata di Kota Yoyakarta itu melebihi kontribusi sektor pariwisata secara nasional yang hanya sekitar 4,8 persen untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Ini artinya sektor pariwisata masih menjadi motor penggerak utama ekonomi di Kota Yogya. Maka pada tahun 2021 sektor pariwisata akan kami tingkatkan untuk mendorong pertumbuha ekonomi di Yogya,” kata Agus usai konsultasi publik rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kota Yogyakarta tahun 2021 di Balaikota, Jumat (14/2).

Tema pembangunan Kota Yogyakarta pada 2021 adalah peningkatan infrastruktur dan perekonomian berbasis pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat. Dia menjelaskan untuk pembangunan pariwisata 2021 menggunakn strategi konsep 3A+P yaitu amenities, accessibilities, attractions and promotions. Amenities terkait ketersediaan akomodasi perhotelan dan kebutuhan dasar makan. Dia menyebut di Kota Yogyakarta ada sekitar 418 hotel. Tapi untuk aspek higienitas dan pangan aman di pedagang kaki lima belum ada standar.

“Aksesibilitas terkait akses wisata di Yogya misalnya ada dua stasiun. Dari sisi kemacetan maka perlu optimalisasi kendaraan pulik seperti Trans Jogja dan shuttle si Thole,” paparnya.

Sedangkan attraction atau atraksi dia menyampaikan di Yogyakarta memiliki potensi kawasan budaya, sumbu filosofi, museum dan ke depan akan dikembbang kampung wisata berbasis budaya. Pada promotion menurutnya Kota Yogyakarta memerlukan branding pariwisata agar langsung diingat oleh wisatawan.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menambahkan, visi pembangunan Pemkot Yogyakarta adalah menjadikan Kota Yogya nyaman huni dan pusat layanan jasa berdaya saing untuk keberdayaan masyarakat. Namun dengan anggaran APBD Rp 2 triliun untuk 52 OPD maka terbatas, sehingga harus mengupakan anggaran dari APBN guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Program-program yang belum fokus harus fokus agar terasa dampak anggarannya ke masyarakat,” imbuh Heroe.

Sementara itu Ketua DPRD Danang Rudiatmoko mempertanyakan sektor pariwisata dan pembangunan infrastruktur dalam mendukung mengatasi kemiskinan. Oleh sebab itu pendapatan asli daerah perlu juga digenjot tak hanya dari pariwisata. Diharapkan pada tahun 2021 pengendalian defisit anggaran di angka 4-5 persen.

“Kesejahteraan terkait pendadataan warga miskin KMS maupun basis data terpadau Kemensos perlu difokuskan lagi,” tandas Danang. (Tri)

Read previous post:
Lesus Terjang DIY, Pohon Bertumbangan, Listrik Padam, Seorang Lansia Terluka

SLEMAN (HARIAN MERAPI)- Hujan deras disertai angin kencang yang turun di sejumlah lokasi di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta menyebabkan

Close