Harga Bawang Putih Turun Tapi Masih Awet Mahal

HARGA bawang putih di pasar tradisional Kota Yogyakarta mulai turun selama dua hari ini setelah dua minggu lalu meroket. Namun penurunan harga bawang putih kecil, sehingga masih relatif tinggi dibandingkan harga saat kondisi normal sebelumnya. Kenaikan harga bawang putih itu diduga karena impor yang tersendat lantaran pengaruh merebaknya virus corona di Cina.

Salah satu pedagang di Pasar Kotagede Paryanti mengaku harga bawang putih sempat mencapai Rp 60.000/kg. Namun kini harga bawang putihnya mulai turun di harga sekitar Rp 52.000/kg. Harga tersebut masih tinggi karena harga bawang putih sebelumnya hanya berkisar Rp 35.000/kg.

“Harga bawang putih sudah mulai turun. Dua hari ini turunnya. Kemarin paling tinggi bisa sampai Rp 60.000/kg,” kata Paryanti, kepada Merapi kemarin.

Pihaknya tidak mengetahui pasti penyebab harga bawang putih yang kebanyakan diimpor dari negeri Tiongkok itu. Dia menuturkan sebagai penjual bawang putih hanya mengikuti harga saat kulakan bawang putih. Jika tinggi, maka dirinya akan menaikkan harga.

“Harganya naik katanya karena virus Corona di Cina. Kan kebanyakan impor dari sana,” ujarnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono membenarkan kenaikan harga bawang putih terjadi merata di seluruh Indonesia. Pasalnya kebutuhan bawang putih masih mengandalkan impor. Terutama dari Cina.

“Pengadaan bawang putih sembilan puluh persen dari Cina. Impor bawang menjadi tersendat karena pengaruh merebaknya virus corona di Cina,” tambah Yunianto.

Dia menyebut stok bawang putih di Kota Yogyakarta masih mencukupt kebutuhan sekitar 2 bulan ke depan Namun jika tingginya harga bawang putih berlangsung lama, diakuinya cukup berat. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan provinsi karena pengadaan impor bawang putih menjadi kebijakan pemerintah pusat.

“Pemerintah pusat baru mencermati untuk mengimpor bawang putih dari negara selain Cina seperti Mesir, Spanyol dan Iran. Baru dikaji,” imbuhnya.

Menurutnya ada bawang putih lokal, tapi kurang diminati karena baunya lebih menyengat. Jika mengandalkan bawang putih lokal, lanjutnya, juga tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Dia mengatakan harga bawang putih di Yogyakarta sempat menyentuh Rp 65.000/kg. Kini harga bawang putih sudah turun di angka berkisar Rp 55.000- Rp 50.000/kg.

“Kami menunggu arahan dari pusat Kemendaga. Katanya sabar pemerintah akan mengupayakan penurunan. Harpan kami bisa direalisasikan dalam waktu dekat untuk mencukup kebutuhan bawang putih,” tandas Yunianto. (Tri)

Read previous post:
Permintaan Pedagang Pasar Burung Pengasih Soal Dispensasi Retribusi Ditolak Pemkab Kulonprogo

WATES (HARIAN MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menolak memberikan pembebasan dan keringanan pembayaran retribusi bagi pedagang Pasar Burung Pengasih yang

Close