KAJIAN RUTIN FORSILAM-Merasakan Kebesaran Allah di Tanah Suci

UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) merupakan universitas negeri di Indonesia yang didirikan Pemerintah Republik Indonesia pada 19 Desember 1949, silam. Berbagai kegiatan bermanfaat rutin digelar kompleks UGM, baik bersifat intern, ekstern maupun gabungan keduanya.

Salah satu kegiatan berwujud kajian rutin yang memberikan banyak manfaat, yakni diprakarsai Forum Silaturahim Muslimah (Forsilam) UGM dengan pengurus dan anggota terutama para dosen serta tenaga kependidikan se-UGM. Kajian Forsilam edisi Jumat (31/1) di Auditorium Fakultas Biologi, yakni mengusung tema Catatan Perjalan Umrah – Merasakan Kebesaran Allah di Tanah Suci dengan narasumber tak lain Ketua Forsilam UGM Dr Hj Endang Semiarti MS MSc.

Saat memaparkan pengalaman di Tanah Suci, Dr Hj Endang yang juga Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) DIY antara lain menjelaskan, ibadah umrah yang dilaksanakan 15 sampai 23 Januari 2020 lalu dalam rangka reuni 10 tahun Jamaah Haji Jarwal yang diikuti 29 orang jamaah yang terus bersilaturahmi setiap Minggu Legi bersama keluarga dan dipandu PT Assakinah Insani Tour.

“Dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 196 antara lain dijelaskan tentang perintah melaksanakan haji dan umrah secara sempurna, karena mengharap pertemuan dengan Allah. Bahkan dijelaskan juga tentang kewajiban membayar fidyah, serta perintah untuk mematuhi kewajiban tersebut,” tutur Dr Endang.

Wanita yang tinggal di kawasan Candi Gebang Sleman ini menambahkan, dalam ibadah umrah antara lain berkunjung ke Baitullah melakukan tawaf, sa’i dan bercukur/mengggunting rambut demi memenuhi panggilan Allah SWT dan mengharap ridha-Nya. Adapun Rukun Umrah, yakni ihram (niat), tawaf umrah, sa’i serta mencukur rambut (tahallul).

“Sa’i adalah berjalan dari Bukit Safa ke Bukit Marwah sebanyak 7X dengan membaca do’a. Lalu setelah selesai sa’i dilakukan tahallul atau menggunting minimal tiga helai rambut,” jelasnya kepada hadirin.

Dijelaskan pula, ada 15 tempat mustajab untuk berdoa di Tanah Suci pada saat haji dan umrah. Suatu hal yang banyak disyukuri, Allah mengijabah secara langsung doa-doa yang dipanjatkan di berbagai tempat mustajab di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, misalnya suami tiga bulan tak bisa bangun langsung bisa berjalan dan beraktivitas.

Sementara itu Wakil Ketua Forsilam, Dr Supriyati SSos MKes dalam kesempatan tersebut mengumumkan agenda kajian yang akan berlangsung sampai menjelang Ramadan 2020, antara lain ada tema membentuk keluarga tangguh, mendidik anak bersama ayah, bersama keluarga bangkit dari krisis serta mempersiapkan/menyambut ‘Tamu Agung’ (Bulan Ramadan). Usai pengumuman dan penutupan dilanjutkan foto bersama.

“Untuk agenda pasca Ramadan termasuk tema-tema kajian akan kami musyawarahkan lagi,” terangnya. (Yan)

Read previous post:
PIALA DUNIA U-20 TAHUN 2021-DIY Ajukan 5 Lapangan Pendukung Latihan

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Pemda DIY mengajukan lima lapangan pendukung latihan sejak ditunjuknya Stadion Mandala Krida Yogyakarta sebagai salah satu

Close