RPH Giwangan Intensifkan Pengawasan

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Pengawasan sapi dari luar daerah yang masuk ke Kota Yogyakarta melalui Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan diintensifkan. Hal itu menyusul adanya sejumlah sapi mati mendadak di Gunungkidul yang diduga karena antraks.

“Mensikapi dugaan antraks yang berkembang di daerah lain di DIY, kami konsentrasi di layanan RPH Giwangan karena relatif tinggi sapi yang masuk dari luar Yogyakarta,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto, Jumat (17/2).

Dia menjelaskan, sebelum dipotong, sapi ditempatkan di penampungan di RPH Giwangan. Sebagian besar sapi dari Bantul dan Gunungkidul di luar wilayah yang terduga antraks. Sapi yang masuk akan dicek kelengkapan surat keterangan sehat dan cek ulang di RPH Giwangan. Dalam sehari rata-rata ada sekitar 7 ekor sapi yang disembelih di RPH Giwangan.

“Kami juga ambil sampel tanah di kandang penampungan sementara sapi di RPH Giwangan. Hasil pengawasan di RPH Giwangan selama ini secara visual tidak ada yang terindikasi antraks. Kalau ada kami tolak,” tegasnya.

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta juga melakukan pemantauan di peternak penggemukan sapi di Kecamatan Tegalrejo dan Kotagede. Total ada sekitar 150 ekor sapi yang dipelihara peternah di dua wilayah itu. Dia menyebut pemantuan terkait gejala-gejal antraks di antaranya suhu tubuh sapi tinggi mencapai 41 derajat celcius, kotoran bercampur darah dan lendir dan sapi gelisah.

“Kami lakukan pemantauan terus di dua wilayah itu. Hasilnya secara visual tidak ada temuan gejala-gejala antraks,” tambah Sugeng.

Peternak juga diimbau menjaga kondisi kandang agar bersih dan kering. Terutama di musim hujan karena kandang yang lembab bisa memicu bakteri dan virus penyakit. Selain itu memperhatikan kondisi pakan rumput. Jika rumput basah rentan membawa cacing yang berakibat sapi rawan cacing hati. (Tri)

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Kawasan simpang empat Kentungan.
Underpass Kentungan Dioperasionalkan Paling Lambat 15 Februari 2020

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Underpass Kentungan di simpang empat Kentungan, Jalan Kaliurang Yogyakarta akan beroperasi paling lambat 15 Februari mendatang.

Close