GELAR AKSI KB/TKA NAD MERIAH-Unjuk Bakat dan Kreativitas Anak

LAGU potong bebek angsa mengiringi sejumlah anak-anak balita yang tampil di atas panggung. Ada yang semangat mengikuti gerakan guru dengan mengangkat tangan di atas kepala. Ada pula yang malu-malu melenggak-lenggok badan. Tapi ada juga yang berlarian senang. Semua anak terlihat gembira dengan kostum warna warni yang mereka kenakan.

Ya itulah sebagian kemeriahan suasana kegiatan Ajang Kreativitas dan Pentas Seni (AKSI) serta Free School kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak Aisyiyah Nyai Ahmad Dahlan (KB/TKA NAD) Rejowinangun Kotagede, pada Sabtu (21/12). Kegiatan AKSI dan Free School KB/TKA NAD tersebut tahun ini sudah memasuki tahun keempat. Hal yang berbeda tahun ini selain pentas seni dan bakat anak, juga mengenalkan model sentra pembelajaran sekaligus permainan.

“Bedanya tahun ini lebih semarak. Penataan dan ruang yang beda dengan kegiatan tahun lalu. Tampilan permainan juga beda, sekarang sentra. Ini sebagai daya tarik bagi anak,” kata Kepala Kepala Sekolah KB/TKA NAD Nawarol Muniroh, ditemui di sela kegiatan AKSI dan Free School di KB/TKA NAD akhir pekan kemarin.

Dia menuturkan model pembelajaran sentra dipilih karena mengkombinasikan pembelajaran sambil bermain. Konsep sentra juga memberikan ruang bagi anak untuk lebih menggali dengan alat permainna yang disediakan. Anak-anak juga bisa lebih banyak bermina karena alat yang disedikan juga tak sedikit.

“Dengan sentra anak-anak bisa belajar sambil bermain. Kesempatan main lebih banyak dan anak-anak lebih banyak mengeksplor alat bermainnya. Guru sebagai pendamping mengarahkan, anak-anak berkembang dengan eksplorasinya sendiri sehingga lebih nyaman,” terangnya.

Ada tiga sentra yang ditampilkan yakni sentra persiapan, bahan alam, main peran dan sentra belut. Setiap sentra menampilkan lebih dari satu permainan dan pembelajaran, Misalnya pada sentra bahan alam ada perminan percobaan gunung meletus, percobaan meniup balon dan menjaring bola warna warni bertuliskan angka.

Dalam kegiatan itu KB/TKA NAD juga mengadakan Free School dengan mengundang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sekitar Kotagede. Mereka berkesempatan mengikuti kegiatan di sentra. Tujuannya untuk mengenalkan KB/TKA NAD dan berbagai program di sekolah itu.

Sedangkan untuk pentas seni diikuti semua anak KB/TKA NAD. Setiap kelas KB dan TA tampil secara kelompok. Sebagian orangtua anak juga turut hadir menyaksikan dan mendampingi mereka. “Mereka tampil eksplorasi bakat kreativitas sesuai pilihan dan bakat yang dimiliki seperti menarik, menyanyi dan melukis,” ujar Nawa.

Menurutnya pengawas dan penilik KB/TKA NAD yang hadir memberikan apresiasi atas kegiatan itu. Kegiatan itu juga menjadi ajang mengenalkan dan mempromosikan program-program di KB/TKA NAD ke masyarakat. Bahkan sejumlah anak sudah tertarik dan mendaftar di sekolah “Kami adakan di akhir semester satu, sehingga kami lebih awal dikenal masyarakat,” ucapnya. (Tri)

Read previous post:
ilustrasi
Pemuda Tewas Saat Pakai Headset

PAKEM (MERAPI)- Seorang pemuda, Supit Sutrisna (22) warga Wonorejo Hargobinangun Pakem, ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya, Sabtu (21/12) pukul

Close