Urus Izin Praktik Kesehatan Cukup Lewat Ponsel

PENGURUSAN surat izin praktik tenaga kesehatan dan tenaga medis di Kota Yogyakarta kini semakin dimudahkan. Surat izin praktik itu bisa diurus secara online atau e-regulasi, tanpa tidak harus datang beberapa kali ke Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta. E-regulasi kini sudah diintegrasikan dengan aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Jadi cukup menggunakan ponsel pintar berbasis android.

“Sebelumnya seluruh layanan untuk memperoleh surat izin praktik bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis dilayani secara manual. Melalui aplikasi ini permohonan izin praktik bisa dilakukan secara online,” kata Kepala Bidang Regulasi dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta Zahrul Falasifah di sela peluncuran e-regulasi di Balaikota, Selasa (27/11).

Sebelum diintegrasikan dengan aplikasi JSS milik Pemkot Yogyakarta, pengurusan surat izin praktik tenaga kesehatan dan medis secara online diakses melalui website. Dia menuturkan dengan diintegrasikan, tenaga kesehatan yang akan mengurus surat izin praktik cukup mengunduh aplikasi JSS pada telepon selular berbasis android.

“Setelah aplikasi diunduh, lalu memilih menu e-registrasi atau izin praktik kesehatan. Kemudian ikuti saja petunjuk permohonan izin yang ditampilkan dalam aplikasi,” ujarnya.

Sesuai peraturan, Dinkes Kota Yogyakarta sudah harus menerbitkan surat izin praktik maksimal delapan dari kerja jika seluruh syarat dilengkapi oleh pemohon. Melalui layanan e-regulasi yang terintegrasi dengan JSS waktu untuk mengurus surat izin praktik lebih cepat.

“Dengan layanan online ini, harapannya waktu untuk menerbitkan izin akan semakin singkat. Pemohon juga bisa mencetak surat izin praktik secara mandiri jika sudah dilengkapi dengan tanda tangan elektronik,” terang Arrosianti.

Dia menegaskan kepemilikan surat izin praktik oleh tenaga kesehatan adalah keharusan. Pasalnya surat itu sebagai syarat agar dokter atau tenaga medis lainnya bisa bekerja di suatu layanan kesehatan. Termasuk saat membuka praktik secara mandiri, seorang dokter atau tenaga kesehatan lain juga harus mencantumkan nomor surat izin praktik.

“Surat izin praktik ini juga menjadi syarat agar pasien dari dokter prakti itu bisa menukarkan resep di apotek. Apoteker akan melakukan verifikasi. Tanpa SIP, maka resep tidak bisa ditukarkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu Dinkes Kota Yogyakarta juga meluncurkan aplikasi e-pratama untuk mendaftar sebagai pasien di RS Pratama. Aplikasi e-pratama juga sudah terintegrasi dalam JSS. Namun aplikasi e-pratama baru dapat diakses oleh pasien yang sudah memiliki rekam medis atau tercatat sebagai pasien di RS Pratama.

“Pasien bisa mendaftar, memilih dokter dan menentukan jadwal kunjungan periksa ke RS Pratama melalui e-pratama,” imbuh Direktur RS Pratama Mahdayanti.

Layanan antrean secara online di RS Pratama ini melengkapi layanan antrean online RS Jogja dan seluruh puskesmas di Kota Yogyakarta. Semua layanan antrean online pasien tersebut bisa diakses dalam satu aplikasi JSS.

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan melalui layanan online itu mampu menyelesaikan berbagai permasalahan seperti antrean pasien. Pihaknya juga berharap agar aplikasi itu juga terintegrasi dalam sebuah basis data besar sehingga bisa dimanfaatkan oleh organisasi perangkat daerah lain.

“Lewat aplikasi pasien bisa menentukan antrean dari rumah dan datang ke rumah sakit sesuai jadwal. Tidak harus datang ke rumah sakit sejak pagi buta untuk ambil nomor antrean dan belum terlayani hingga siang hari. Parkir rumah sakit yang padat juga bisa sedikit terurai,” pungkas Heroe.(Tri)

Read previous post:
CURHAT UMKM KULINER UNTUK JAMUAN OPD-Dari Nombok Dulu Hingga Pesanan Tidak Merata

MERGANGSAN (MERAPI) - Program Gandeng Gendong berupa pembelian produk kuliner dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk jamuan kegiatan Pemkot

Close