IIBF Gelar Pelatihan Memahami Laporan Keuangan

INDONESIAN Islamic Business Forum (IIBF) yang berdiri sejak 2009 silam mempunyai berbagai program rutin workshop, pelatihan ataupun coaching terkait bisnis. Satu di antaranya, yakni Financial literacy National Camp tingkat nasional.

Kegiatan Financial Literacy National Camp terbaru mengusung tema Saatnya Menjadi The Real Business Player dan Menjadi Bagian dari Kejayaan Indonesia ke Depan dilaksanakan di The Alana Yogyakarta Hotel , Kamis (31/10) sampai Sabtu (2/11) lalu. Dengan jumlah peserta 112 dari berbagai daerah dengan menghadirkan sejumlah pemateri, satu di antaranya Presiden IIBF Heppy Trenggono.

Menurut salah satu panitia, Ahmad Sodiq, dengan kegiatan selama tiga hari tersebut diharapkan, peserta akan bisa memahami transaksi-transaksi fundamental dalam bisnis. Selain itu diajak agar fasih menggunakan bahasa bisnis, memahami laporan keuangan secara cepat, menemukan metode dalam menerbangkan bisnis, dan mempelajari keahlian untuk memiliki cashflow yang sehat yang bisa segera diterapkan setelah selesai mengikuti program tersebut.

“Financial Literacy seperti ini termasuk workshop yang bisa dikuti oleh pengusaha, bahkan para direktur dan manager keuangan di perusahaan. Selain ada yang sifatnya nasional ada pula di tingkat daerah yang digelar pengurus IIBF tingkat daerah,” jelasnya.

Sementara itu Heppy Trenggono ditemui di sela-sela acara mengungkapkan, workshop dapat diikuti anggota IIBF maupun belum anggota IIBF. Kegiatan seperti ini diharapkan, sebagai salah satu usaha dari IIBF untuk membangun pengusaha di Indonesia menjadi pengusaha yang cerdas beneran, mampu mengevaluasi perusahaan, akhirnya mampu memastikan bisnis yang diterjuni bisa bertumbuh dan benar-benar berkembang.

Sekjen IIBF Jamhur Abdullah yang ikut hadir dalam kegiatan ini mengungkapkan, ia sendiri pernah mengikuti workshop seperti ini sampai lima kali. Pemilik usaha bimbingan belajar di Medan ini pun sangat sependapat, kemampuan financial sangat penting untuk dapat dikuasai pengusaha. Pasalnya, 70 persen pemilik bisnis tak bisa berkembang atau bahkan tutup karena tak bisa mengelola bisnis dengan baik termasuk kemampuan finansial alias tak melek finansial. (Yan)

Read previous post:
RENCANAKAN BUNUH JURAGAN TEMBAKAU-Oknum Polisi Divonis 20 Tahun Penjara

TEMANGGUNG (MERAPI)- Brigadir Permadi DW dan pacarnya, Nurtafia divonis 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Temanggung yang diketuai Agung

Close