KOTA YOGYA GALAKKAN ‘GEBYUR’-Ajak Warga Konsumsi Buah dan Sayur

UMBULHARJO (MERAPI) – Angka konsumsi sayur dan buah masyarakat Indonesia, termasuk Yogya masih rendah. Untuk itu Pemkot Yogyakarta meluncurkan Gerakan Memasyarakatkan Mengkonsumsi Buah dan Sayur (Gebyur).

“Angka konsumsi sayur di Yogya masih rendah. Konsumsi sayur sehari hanya satu sampai dua porsi per kapita, masih kecil,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto saat peluncuran Gebyur, Jumat (25/10).

Sugeng menyatakan, angka itu merupakan hasil penelitian Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta terhadap 9 segmen pangan di antaranya padi-padian, buah-buahan dan sayuran. Sedangkan kini di wilayah berkembang kampung sayur dan lorong sayur. Untuk itu selain meningkatkan konsumsi sayur dan buah juga memberdayakan panen dari kampung dan lorong sayur.

“Anak-anak sebagian besar susah makan sayur. Lewat Gebyur ini ajak anak-anak kembali makan sayur dan buah karena menjadi bagian suplemen gizi yang diprioritaskan. Sekaligus memanfaatkan sayur yang di produksi kampung sayur dan lorong sayur,” paparnya.

Dia menyebut kampung sayur dan lorong sayur sudah ada di 45 kelurahan di Kota Yogyakarta. Produk sayur yang ditanam warga juga organik, sehingga aman. Dengan adanya kampun sayur dan lorong sayur diharapkan bisa meningkatkan ketahanan pangan warga setempat. Panen sayur dapat dikonsumi masyarakat dengan dibeli sehingga bisa untuk membeli bibit sayur lagi.

Peluncuran Gebyur ditandai dengan makan bersama buah dan sayur olah ratusan siswa di Kota Yogyakarta. Para siswa juga mendapat bingkisan sayur mentah yang dapat diolah di rumah. Kegiatan juga dimeriahkan dengan yel-yel makan sayur dan buah.

Menurut Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Yogyakarta Kadri Renggono, masyarakat Indonesia secara umum masih kurang sayur. Berdasarkan riset Kementrian Kesehatan, konsumsi buah di Indonesia sekitar 57,1gram/hari/kapita dan konsumsi sayur 33,35 gram/hari/kapita. Angka itu masih rendah dibandingkan saran dari WHO sekitar 400 gram/hari/kapita dengan rincian 150 gram/hari/kapita untuk buah dan 250 gram/hari/kapita untuk sayur.

“Angka konsumsi buah dan sayur di Indonesia masih belum memadai untuk suplai vitamin dan gizi butuh. Perlu mendapat perhatian serius karena kekurangan dan ketidakseimbangan gizi akan mempengaruhi intelektualitas dan kesehatan. Terutama pada anak remaja,” ucap Kadri.

Untuk itu pihaknya berpesan agar Gebyur dilakukan secara sistematis dan bersama-sama dengan kesadaran masyarakat. Di keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Selain itu pemanfaatan pekarangan dan lorong untuk menanam sayur, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. (Tri)

Read previous post:
Beli Xpander Bisa Bawa Pulang Pajero Sport

YOGYA (HARIAN MERAPI) - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menargetkan dapat menjual 160 unit kendaraan penumpang dan

Close