Diikuti 2.500 Peserta, Kirab Grebeg Pasar Gayeng

RIBUAN pedagang perwakilan dari seluruh pasar tradisional di Kota Yogyakarta tampil beda di jalanan pada Sabtu (19/10). Mereka mengenakan pakaian karakter wayang seperti anoman, gatot kaca, semar, buto ijo sampai rama sinta. Diiringi lagu hits seperti Yogya Istimewa, campur sari cendol dawet hingga entah apa yang merasuki mereka menari-nari. Tak ketinggalan gunungan berbagai produk unggulan dari masing-masing pasar juga dikirab dari depan Pasar Sentul sampai kompleks Balaikota.

Ya itulah suasana kemeriahan kirab grebeg pasar tradisioal yang memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-263 Kota Yogyakarta. Hal yang menarik gunungan dari 32 kontingen pasar tradisional bukan hanya gunungan sayur dan buah. Tapi ada gunungan tanaman hias dari Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta, gunungan batik dan konveksi dari Pasar Beringharjo Barat serta gunungan tas dan produk lainnya dari Pasar Pakuncen.

Selain itu para pedagang juga melakukan promosi ajakan ke pasar tradisional lewat tulisan-tulisan lucu yang dibawa saat kirab. Seperti para pedagang dari Pasar Klithikan Pakuncen yang membawa tulisan dagangane apik sik tuku ra kecelik, gayamu bro tuku ning mall. barang podo tur murah kene buy back tradisional market. Ada juga tulisan cintamu tak sekomplit Pasar Pakuncen pancen uyee.

Sampai di Jalan Ipda Tut Harsono di timur Balaikota, para pedagang berunjuk gigi tarian-tarian di hadapan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. Suasaa semakin ramai saat gunungan dengan berbagai produk pasar tradisional juga diperebutkan masyarakat yang menonton grebeg pasar di Balaikota.

Haryadi mengapresisi para pedagang pasar tradisional yang memeriahkan HUT ke-263 Kota Yogyakarta. Termasuk semangat para pedagang yang rutin menggelar grebeg pasar setiap tahun. Melalui kegiatan itu menjadi ajang promosi pasar tradisional dan ruang seni budaya bagi para pedagang.

“Perayaan ini meriah. Ini wujud kegembiraan masyarakat seperti para pedagang pasar tradisional. Sekali lagi, dirgahayu ke-263 Kota Yogyakarta,” ujar Haryadi.

Sementara itu Kepala Bidang Penataan Pengembangan dan Pendapatan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta Gunawan Nugroho Hutomo, menyatakan total ada sekitar 2.500 peserta kirab grebeg pasar. Tema grebeg pasar tahun ini adalah drop-dropan bakul pasar dengan konsep pisowanan anoman. Tema itu dipilih karena mengandung pengharapan agar pasar tradisional tetap menjadi tujuan belanja utama masyarakat di tengah menjamurnya toko modern dan mall.

“Grebeg pasar ke tujuh ini menjadi salah satu kegiatan promosi pasar tradisional dan wujud sukur para pedagang. Harapannya melalui kegiatan ini dapat menggairahkan kembali kunjungan belanja di pasar tradisional. Menjadikan pasar sebagai pusat ekonomi, pariwisata dan budaya,” terang Gunawan.

Diakuinya kondisi pasar dan jumlah pengunjung, dari pengakuan beberapa pedagang mengeluh ada penurunan keuntungan dibandingkan tahun lalu. Oleh sebab itu keluhan itu direspon salah satunya dengan promosi pasar lewat grebeg pasar dan pendampingan ke pedagang. Menurutnya dari evaluasi kegiatan grebeg pasar selama beberapa tahun ini mampu menarik pengunjung pasar.

“Saat grebeg pasar, beberapa pedagang pasar membagikan voucher makan ke masyarakat. Untuk menggunakan voucher makan itu, maka masyarakat harus datang dan belanja ke pasar,” pungkasnya. (Tri)

Read previous post:
Yogya Kurang 2 Pos Damkar

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) - Kota Yogyakarta masih kekurangan dua pos pemadam kebakaran (damkar) untuk memenuhi kebutuhan ideal. Penambahan pos damkar

Close