DIY Bentuk Klaster Penanggulangan Bencana

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Klaster atau gugus penanggulangan bencana dibentuk dalam kondisi normal sehingga tidak perlu menunggu adanya bencana. Hal ini diungkapkan Kasie Pencegahan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Lilik Andi Aryanto pada rapat koordinasi pembahasan lintas sektor dalam rangka penyusunan Surat Keputusan (SK) Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tentang klaster penanggulangan bencana DIY di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Selasa (8/10).

Klaster Nasional Penanggulangan Bencana sesuai Keputusan Kepala BNPB Nomor 173 tahun 2015 terdiri atas 8 klaster yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, sarana dan prasarana, pemulihan dini dan kepemerintahan, pengungsian dan perlindungan, logistik, pencarian dan penyelamatan.

“Beberapa klaster sudah dibentuk dengan koordinator masing-masing sesuai tugas fungsi pokok, visi dan misi. Sebab penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah,” imbuh Lilik.

Pada rapat tersebut dibentuk klaster ekonomi dengan koordinator Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY serta wakil koordinator Kadis Perindustrian dan Perdagangan DIY, dengan tugas umum pada pengelolaan sektor pertambangan dan galian, listrik, gas, air minum, industri pengolah konstruksi, perdagangan, hotel dan restoran jasa, pertanian, serta pengelolaan informasi di bidang ekonomi.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Bambang Dwi Witjaksono menambahkan pentingnya melibatkan seluruh stakeholder seperti perusahaan transportasi, konstruksi, peneliti, BUMN, BUMD, LSM, media dan masyarakat.

“Semua harus terlibat, karena penanggulangan bencana adalah tugas bersama,” imbuhnya. (C-4)

Read previous post:
POLRES SLEMAN LAUNCHING NIGHT DRIVE THRU-Perpanjang STNK Bisa Malam Hari

SLEMAN (MERAPI)-Berbagai inovasi terus dilakukan Satlantas Polres Sleman untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Baru-baru ini, Satlantas Polres Sleman memberikan pelayanan

Close