KB/TKA NAD KOTAGEDE SALURKAN 6 EKOR KAMBING-Ajak Anak Belajar Berkurban dari Infak

KEGEMBIRAAN terlihat dari wajah anak-anak Kelompok Bermain Taman Kanak-kanak Aisyiyah (KB/TKA) Nyai Ahmad Dahlan (NAD) Rejowinangun Kotagede saat 6 ekor kambing berada di sekolah itu. Sesekali mereka memberikan makan, memegang dan bermain dengan kambing-kambing calon hewan kurban untuk memperingati Hari Raya Idul Adha 1440 H.

Ya 3 ekor kambing dari 6 kambing itu adalah hewan kurban yang dibeli dari hasil infak para santri KB/TKA NAD Kotagede. Tak hanya diajak belajar berkurban lewat infak, mereka sebelumnya juga diajak berkunjung ke pusat penjual hewan kurban di Prenggan Kotagede. Kunjungan itu sekaligus untuk membeli hewan kurban dengan uang hasil infak.

“Enam ekor kambing ini tiga ekor di antaranya dari infak anak dan komite. Sisanya dari para sohibul kurban dari wali santri dan SD Muhammadiyah Pakel,” kata Kepala KB/TKA NAD Kotagede Nawarol Muniroh, saat penyerahan hewan kurban ke penerima, Kamis (8/8).

Dua wali santri yang menjadi sohibul kurban adalah Haryo Praminta Sedewa dan Muhammad Ali Fahmi. Sebanyak 6 ekor kambing itu lalu disalurkan ke daerah yang lebih membutuhkan yakni TK ABA Jelok Gedangsari Gunungkidul, Masjid Al Ikhlas Gedangsari, Gunungkidul, Masjid Al-Hikmah Karangmojo Gunungkidul, Panti Asuhan Al Kowam Tempel Sleman, TK ABA Anisa Singosaren dan TK ABA Tegalgendu Kotagede.

“Anak-anak kemarin juga sudah kami ajak berkunjung ke pusat penjualan hewan kurban. Dari uang hasil infak lalu dibelikan tiga kambing saat kunjungan ke pusat penjualan hewan kurban,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Penyaluran Hewan Kurban KB/TKA NAD Utami Maya Wardani menyebut dari infak para santri selama dua bulan ditambah dari infak komit setiap Jumat berhasil mengumpulkan sekitar Rp 7 Juta. Infak tersebut menjadi bagian dari edukasi latihan berkurban para santri.

“Infak seikhlasnya dari anak-anak setiap hari selama dua bulan. Infak dan penyaluran hewan kurban ini menjadi pembelajaran berkurban dan berbagi ke masyarakat. Para santri juga diajak untuk meneladani Nabi Ibrahmi dan Nabi Ismail yang rela berkurban,” terang Utami.

Dia menyampaikan kunjungan para santri KB/TKA NAD Kotagede ke pusat penyembelihan hewan kurban juga berkaitan dengan puncak tema pembelajaran terkait kurban. Terutama untuk mengenalkan anak-anak jenis- jenis hewan kurban, mencari dan membeli hewan kurban.

“Beberapa tahun ini kami memang tidak melakukan penyembelihan di sekolah karena di sekitar lingkungan perkotaan sudah berlebih hewan kurban. Sedangkan di daerah lain masih ada yang kekurangan seperti di Gunungkidul satu kampung satu ekor hewan kurban, sehingga kami salurkan semua hewan kurban itu agar lebih bermanfaat,” pungkasnya.(Tri)

Read previous post:
ilustrasi
Permohonan Perlindungan Anak Korban Kekerasan Seksual Meningkat

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia mencatat adanya kenaikan jumlah permohonan perlindungan dan bantuan

Close