200 Sekolah di Yogya Sepakat Kelola Bank Sampah

GONDOKUSUMAN (HARIAN MERAPI) – Sebanyak 200 sekolah di Kota Yogyakarta mendeklarasikan diri sebagai bank sampah di sekolah. Keberadaan bank sampah di sekolah selain untuk edukasi ke pelajar diharapkan bisa mengurangi volume sampah.

“Target kami semua sekolah ada bank sampah. Semua sekolah di Kota Yogyakarta menjadi sekolah Adiwiyata,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Suyana, usai deklarasi bank sampah sekolah di Taman Bakung, Baciro, Selasa (30/7).

Sebanyak 200 sekolah yang mendeklarasikan sebagai bank sampah sekolah terdiri dari SD, SMP dan SMA/SMK di Kota Yogyakarta. Deklarasi itu disampaikan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Internasional di Kota Yogyakarta.

Menurutnya, keberadaan bank sampah menjadi salah satu upaya untuk mengurangi volume sampah di Kota Yogyakarta. Target pengurangan sampah, lanjutnya, juga meningkat setiap tahun. Sesuai kebijakan strategis daerah terkait pengelolaan sampah dan pengurangan sampah, Kota Yogyakarta ditarget mengurangi volume sampah sampai 30 persen pada tahun 2025.

“Dalam penilaian Adipura juga dinilai jika ada pengurangan sampah yang nyata,” ujarnya.

Dia menjelaskan tahun 2019 penilaian Adipura berbeda karena dasarnya basis data. Setiap kota juga dibagi dalam liga 1 sampai 5 sesuai kriteria yang ditetapkan. Dicontohkan kelompok liga 1 jika pengelolaan sampah sudah di atas 90 persen. Dia menilai jika pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta masih sama seperti sekarang, diperkirakan akan masuk ke liga 3.

Pihaknya juga mengapresiasi kegiatan Adipura Kecamatan yang tahun ini menunjukkan ada peningkatan kecamatan bernilai 72 ke atas menjadi 10 kecamatan. “Kami juga akan siapkan surat edaran pengurangan sampah plastik untuk OPD di Pemkot Yogyakarta,” imbuh Suyana.

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan adanya bank sampah di sekolah adalah salah satu cara meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Di samping itu mengejar target luasan ruang terbuka hijau publik yang kini masih kurang 11 persen. Kini ada sekitar 44 ruang terbuka hijau publik di Kota Yogyakarta.

“Sesuai tema peringtan hari lingkungan hidup yakni polusi udara, kualitas lingkungan hidup perlu kita jaga. Makanya mulai dari sekolah adakan bank sampah. Semua sekolah ada bank sampah. Dari kampung dengan ruang terbuka hijau publik,” terang Heroe.

Terkait penilaian Adipura tahun 2019 dengan mekanisem yang beda
dia meminta camat dan kelurahan juga harus mempersiapkan diri. Dia menegaskan langkah itu bukan untuk meraih juara Adipura, tapi untuk mewujudkan lingkungan yang segar, baik dan nyaman. (Tri)

Read previous post:
Mahasiswi UAJY Karananda Siregar Jadi Duta Bahasa DIY 2019

KARANINDA Siregar, mahasiswi Fakultas Hukum angkatan 2018 berhasil menjadi Juara I dalam Pemilihan Duta Bahasa DIY 2019 yang berlangsung di

Close