Kemenperin Percepat Lahirnya Pengusaha Muda

Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin, Gati Wibawaningsih. (MERAPI-ISTIMEWA)

KEMENTRIAN Perindustrian (Kemenperin) terus menggenjot lahirnya pengusaha muda kreatif di Tanah Air. Pasalnya, ekonomi kreatif memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian Indonesia.

Salah satu bentuk usaha melahirkan banyaknya pengusaha muda kreatif itu, Kemenperin lewat Direktorat Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka melalui Bali Creative Industry Center melaksanakan Creative Busisness Incubator (CBI).

“Melalui program ini para pelaku IKM kreatif pemula bidang kreatif dan fesyen akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan bisnis (scalling-up). Tahapan ini cukup krusial mengingat banyak pelaku usaha kreatif pemula yang sudah mampu menjalankan usahanya namun mengalami kendala ketika akan meningkatkan kapasitas usahanya,” jelas Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil dan Menengah Kemenperin Gati Wibawaningsih, Selasa (9/7) lalu.

Ditemui usai membuka Creative Talk yang dihadari ratusan pengusaha muda DIY di Pendapa Art Space, Bantul, Gati melansir data Survei Khusus Ekonomi Kreatif (SKEK) 2016 yang dilaksanakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat Rp 922,59 triliun dengan kontribusi terbesar pada sub sektor kuliner, fesyen dan kerajinan.

Jumlah pengusaha muda ekonomi kreatif yang berusia dibawah 30 tahun masih relatif rendah yaitu 10,68 persen dari total pengusaha ekonomi kreatif yang mencapai 8,2 juta orang. Padahal, pada 2030 mendatang, Indonesia akan mengalami bonus demografi dimana proporsi usia produktif penduduk usia 20-39 tahun diperkirakan mencapai 88.064.800 jiwa.

“Sehingga perlu dipersiapkan pengusaha-pengusaha muda yang nantinya akan bisa mengambil peluang dari bonus demografi itu,” ungkapnya. 

Terkait dipilihnya Jogja sebagai tuan rumah gelaran Creative Talk, Gati menyebut karena kota ini tak terlepas dari potensi ekonomi kreatifnya yang cukup besar. 

“Jogja merupakan salah satu daerah penyumbang PDB Ekonomi Kreatif terbesar di Indonesia yaitu sekitar 16,12 persen dari total PDB Ekonomi Kreatif Indonesia,” tegas dia.

Even Creative Talk di Kota Gudeg sendiri digelar bersamaan dengan pelaksanaan Festival Kebudayaan Yogyakarta yang didalamnya terdapat pasar seni yang diikuti 50 pelaku ekonomi kreatif yang sudah dikurasi oleh Dinas Kebudayaan Yogyakarta. Diharapkan peserta pasar seni tersebut akan mendaftar program Creative Business Incubator BCIC 2019.

“Hal ini merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, akademisi dan pelaku industri kreatif di Yogyakarta,” tandasnya. (Fin)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO Iptu Made Wira Suhendra saat menunjukkan barang bukti pencurian dan tersangka BS.
PELAKU SUDAH 4 KALI MENCURI-Butuh Uang untuk Bayar Sekolah, Residivis Bobol Rumah

MLATI (MERAPI)- Berdalih butuh uang buat bayar sekolah anaknya, seorang residivis kasus pencurian, BS (41) warga Kricak, Yogyakarta nekat membobol

Close