PENUTUPAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI CALON TRANSMIGRAN-Kobarkan Semangat Songsong Masa Depan

Sebagian calon transmigran foto bersama dengan Ir Eko Sri Haryanto (tengah). (MERAPI-SULISTYANTO)

Terhampar luas tanah harapan/Memanggil kita bangkit berkarya/Bekerja membangun bangsa sejahtera/Masa depan yang jaya…

DENGAN wajah ceria, 68 calon transmigran angkatan IV dan V 2019 mengikuti rangkaian penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta, Kamis (11/7). Semua tampak semangat dan menghayati saat melantunkan lagu Mars Transmigrasi dengan cuplikan lirik seperti di atas.

Tak kalah istimewa, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan dan Informasi (Balilatfo) Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi Ir Eko Sri Haryanto MM memberikan arahan kepada peserta pelatihan sebelum secara simbolis menutup PBK dengan pemukulan gong. Usai acara penutupan pun ada prosesi penanaman pohon langka di kompleks BBLM Yogyakarta, yakni pohon keben.

Saat sambutan, Eko Sri Haryanto antara lain berharap agar semua calon transmigran terus berusaha mengobarkan semangat dalam menyongsong masa depan. Berbagai cerita sukses para transmigran pun sudah banyak ditemukan, bahkan daerah yang awalnya terpencil setelah ditempati transmigran menjadi semakin maju dan menjadi kawasan perkotaan. PBK yang diperoleh di BBLM sejak 5 Juli 2019 lalu diharapkan juga dapat diamalkan sebaik mungkin.

“Saat ini saya melihat wajah-wajah ceria, memandang kedepan penuh harapan. Semua punya semangat mnyongsong masa depan, semoga sukses di tanah harapan,” tutur Ir Eko menyemangati serta sambil memandang para calon transmigran.

Sementara itu Kepala BBLM Yogyakarta Dra Erlin Chaerlinatun M menjelaskan, tujuan PBK calon transmigran antara lain untuk memantapkan kemampuan dan kesungguhan calon transmigran terkait kapasitas yang dimiliki agar dapat mempertahankan hidupnya di pemukiman baru dan mampu bersosialisasi dengan baik serta beradaptasi dengan masyarakat asli daerah setempat.

Sedangkan sasaran dari pelatihan ini, yakni meningkatkan kesadaran kewarganegaraan dan cinta tanah air, mampu beradaptasi dan bekerjasama dengan lingkungan baru. Tak ketinggalan, mampu mengelola dan menata lahan pekarangan dengan baik, mengenal dan dapat mempergunakan alat dan mesin pertanian, dapat membuat pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan lahan, mampu mengendalikan hama terpadu secara mekanik dan pestisida nabati. Selain itu mampu beternak unggas dan ikan, serta mampu melakukan budidaya tanaman sayuran, tanaman pangan dan tanaman holtikultura dengan benar.

“Peserta PBK calon transmigran angkatan IV sebanyak 40 orang berasal dari Kabupaten Grobogan, Jepara, Klaten, Magelang, Blora, Purbalingga, Tuban, Bojonegoro, Banyuwangi, Madiun, Kota Salatiga, Kota Tegal dan Kota Yogyakarta. Angkatan V sebanyak 28 orang berasal dari Kabupaten Pemalang, Banyumas, Semarang, Purbalingga, Pekalongan, Klaten, Bantul, Kota Tegal dan Kota Yogyakarta,” jelas Dra Erlin.

Adapun lokasi tujuan bagi aalon transmigran angkatan IV dan V, yakni Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara, Lamandau Kalimantan Tengah dan Mamuju Sulawesi Barat.

Salah satu calon transmigran asal Ngadinegaran Yogya Purwanto kepada wartawan menjelaskan, merasa berterimakasih bisa mengikuti PBK di BBLM Yogyakarta. Bersama istrinya siap berkarya semaksimal mungkin di tempat transmigrasi serta sudah mantap untuk keluar dari ‘zona nyaman.’ Saat di lokasi transmigrasi Kalimantan Utara berharap bisa menjadi petani modern dan sukses.

“Saya dan istri sudah punya niat kuat untuk bisa merubah nasib,” tandas Purwanto disusul senyum khasnya. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kemarau, Kementan Imbau Daerah Maksimalkan Alsintan

JAKARTA (HARIAN MERAPI)- Menghadapi musim kekeringan, Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau dinas pertanian di kabupaten dan kota untuk memaksimalkan alat mesin

Close