Perserikatan Peternak Kambing Domba Yogya Demo Masak Sate Klatak

Stan ‘live cooking’ ala PPKDY. (MERAPI-SULISTYANTO)

STAN kuliner mampu menjadi daya tarik tersendiri saat digelar suatu even bergengsi serta dihadiri banyak warga dari berbagai kalangan. Seperti halnya ketika digelar kontes tinju ayam dan kambing tingkat nasional di Bantul, belum lama ini, stan ‘live cooking’ dari Perserikatan Peternak Kambing Domba Yogyakarta (PPKDY).

“Live cookingnya menghadirkan sejumlah anggota dari PPKDY yang sudah piawai memasak olahan daging kambing. Selain itu menyediakan juga kebutuhan terkait ternak kambing dan domba, misalnya obat-obatan, sapronak, pisau jagal bahkan susu kambing dan hasil olahannya,” ungkap Sekretaris Jenderal PPKDY Sufyan Tsauri.

Adapun jenis olahan berbahan daging kambing maupun domba, misalnya sate biasa, sate klatak, tongseng, gulai dan tengkleng. Semua bisa laris terjual, bahkan sate klatak masakan khas asal Pleret Bantul bisa laris manis di stan PPKDY. Kebetulan pula anggota PPKDY ada yang tinggal di Pleret serta menerjuni usaha kuliner spesial olahan daging kambing/domba.

Ditambahkan, PPKDY yang berdiri pada Februari 2015 silam, saat ini mempunyai anggota kisaran 210 peternak kambing dan domba. Sebagian di antaranya juga menerjuni usaha kuliner serta aqiqah, bahkan katering. Selain berasal dari DIY ada pula dari daerah sekitar DIY, antara lain Solo, Klaten, Magelang dan Purworejo. Tak jarang saat membuka stan maupun PPKDY menggelar acara, anggota yang memiliki usaha katering, kuliner maupun aqiqah mendapat amanah mengurusi konsumsi.

Anto yang juga aktif di PPKDY menambahkan, pemilik usaha tersebut tergabung juga di Koperasi PPKDY unit usaha kuliner dan aqiqah. Saat membuka stan di suatu even alias live cooking masakan wujud sate klatak bisa laris terjual. Padahal untuk memasaknya tak terlalu rumit. Penggemar sate klatak pun datang dari berbagai kalangan.

Adapun garis besar membuat sate klatak, antara lain dengan memotong-motong daging kambing ukuran sate. Daging ini ditempatkan dalam wadah, lalu dibumbui dengan beberapa bumbu khas sate. Selanjutnya ditambah air jeruk limo dan garam secukupnya.

Tak berselang lama ditusuk dengan tusukan sate, diusahakan tusukan sate terbuat dari bahan besi seperti jeruji atau stainless steel. Setelah itu dibakar di atas bara api dengan sesekali diolesi dengan bahan pengoles (antara lain ada margarine, kecap serta rempah-rempah) hingga matang benar. Sate ini disajikan dengan kuah gulai.

Cara membuat kuah gulai pun tak sulis, yakni diawali dengan menumis beberapa bumbu sudah dihaluskan, serai dan daun jeruk hingga harum, kemudian dimasukkan irisan tetelan daging dan lanjutkan ditumis hingga tetelan daging agak matang. Dimasukkan juga bumbu-bumbu kering (bubuk) dan ditambahkan santan cair dan dimasak hingga agak mengental dan bumbu terasa matang. Masih ditambah santan kental dan dilanjutkan dimasak dengan api sedang sampai masak. (Yan)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
NIKMATI KOPI DENGAN SUASANA KEBUN-Jauh dari Bising, Ngobrol Tambah Santai

SEIRING maraknya jagat kopi, penyedia minuman aneka jenis kopi dan makanan ringan kian mudah ditemukan. Tempat penyedia maupun kuliner spesial

Close